Diterbitkan  Kamis, 08 / 01 / 2015 11:35 - Berita Ini Sudah :  567 Dilihat

Pendidikan Tangsel

Ilustrasi

TAPOS, Klaim terpenuhinya 90 persen target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Tangsel dipertanyakan anggota dewan. Indikator keberhasilan itu harus dijelaskan kepada masyarakat. Apa saja yang sudah dicapai?

“Dindik sudah memenuhi 90 persen target RPJMD. Benarkah demikian?” tanya Anggota Komisi II DPRD Tangsel, Tarmizi.

Atas klaim itu, komisi yang membawahi bidang pendidikan itu jelas perlu bukti dan gambaran pencapaian seperti diklaim Dindik ini. “Tentunya kami melakukan komunikasi dan menanyakan pencapaian apa saja yang sudah dilakukan. Apa indikatornya? Sehingga disebutkan pada angka 90 persen,” tanyanya lagi.

Dijelaskan Tarmizi, indikator yang ada seperti dijelaskan sejauh ini, Dindik sudah berhasil melakukan sertifikasi guru, memenuhi target wajib belajar pendidikan sembilan tahun untuk anak-anak, serta rasio jumlah siswa yang terus mengalami penurunan.

Kendati soal penamba­han ruang kelas, kata Tar­mizi, hal itu ranahnya ada di Tata Kota, namun secara kebijakan, upaya penambahan ruang kelas ada di Dindik. “Setidaknya kami memberikan catatan kepada Dindik agar ke depannya dapat melakukan hal lebih baik lagi. Rasio ruang kelas harus dikejar meskipun itu ada di Tata Kota pembangunan fisiknya.
Namun kebijakan program berada di tangan Dindik. Serta program-program lain terkait belajar mengajar harus berjalan dengan baik,” tambah ia.

Ia pun menyoroti soal pe­ngadaan buku di 2014 lalu yang masih carut-marut. Di tahun ini, permasalahan se­perti demikian diharapkan tidak terulang lagi. “Yang kami temukan di SD Jurang Mangu ada keterlambatan pengadaan buku. Ini yang dirugikan adalah siswa, bukan siapa-siapa. Kami berharap ke depan tidak ada lagi hal-hal demikian,” harapnya.

Pada pemberitaan sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Mathodah me­ngakui pembangunan ruang kelas di sejumlah sekolah mendesak terealisasi, se­hingga pihaknya akan menyelesaikan tugas RPJMD dalam penambahan ruang kelas dikarenakan jumlahnya tidak ideal.

“Kami masih menyelesaikan tugas RPJMD dalam penambahan ruang kelas. Bagaimana membuat rasio satu banding tiga puluh dua siswa,” papar Mathoda.
Namun demikian, Mathodah menyebutkan, target RPJMD sudah berada di 90 persen kendati masih memiliki tugas untuk pembangunan ruang sekolah tersebut.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!