Terbiasa Berada di Lingkungan Non Muslim

Diterbitkan  Selasa, 23 / 06 / 2015 13:25 - Berita Ini Sudah :  535 Dilihat

Vina Sylviana BiafriBerada di dalam lingkungan yang mayoritas non islam, tak membuat Vina Sylviana Biafri, salah seorang guru Santa Ursula merasa aneh. Meskipun dia bukan satu-satunya guru yang muslim yang bekerja di sana, namun dia harus tetap bisa beradaptasi.

Apalagi pada saat bulan Ramadan seperti saat ini. Yang biasanya sarapan siang bersama, ia tak bisa ikut. Makanan dan minuman yang didapatnya ia bungkus untuk dimakan pada saat buka puasa.

“Saya sudah sedikit terbiasa berada di dalam lingkungan non islam. Karena sejak TK hingga SMA saya disekolahkan oleh orangtua di sekolah Katolik. Tetapi pendidikan agama dibekali orangtua di rumah yang mendatangkan guru privat belajar ngaji, shalat, dan lainnya,” papar Vina.

Meskipun begitu tak ada yang pernah membahas apa agamanya dan tak pernah bertanya masalah kerudung yang dipakainya. Meskipun ada yang bertanya lantas ia jawab dari sisi islam.

“Di sekolah guru muslim bukan guru tetap, jadi mengajar tidak terlalu lama hanya 3 sampai 4 jam sehari. Sehingga saya masih bisa menjalankan shalat di rumah,” tuturnya.

Terkadang dia suka mendapatkan kendala mengajar ketika dia tidak menyiapkan diri dengan baik. Karena pertanyaan kritis dari siswa selalu ada dan harus dijawab. Jadi persiapkan diri dengan benar saat mengajar.

“Jika tidak terbiasa berdisiplin akan sulit beradaptasi karena sekolah katolik penuh dengan aturan. Bahkan hal sekecil apa pun diatur dengan jelas. Jika tidak terbiasa dengan aturan maka rasanya akan terkekang. Kalau buat saya itu pembelajaran manajemen waktu dan kerja,” tuturnya.(pie/sam)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!