Mulok Bahasa Sunda Terancam Punah

Diterbitkan  Rabu, 28 / 10 / 2015 15:23 - Berita Ini Sudah :  771 Dilihat

TANGSEL POS, TIGARAKSA – Mengajarkan Bahasa Sunda sebagai muatan lokal di wilayah Kabupaten Tangerang sangat tidak mudah. Guru akan mengalami dilema karena kultur masyarakat sudah terbentuk menggunakan percakapan Bahasa Sunda kasar.

Hal itu diakui H Rahmat, salah satu guru mata pelajaran Bahasa Sunda, ketika ditemui di SMP Pembangunan, Jalan Aria Jayasantika, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, belum lama ini.

Menurut dia, dalam pelajaran Bahasa Sunda diajarkan tentang undak usuk bahasa atau tata Bahasa Sunda, yang di dalamnya diajarkan tentang bahasa halus, kasar, dan tata krama percakapan berbahasa sunda.

“Saya sudah lama mengajarkan Bahasa Sunda, ya sekitar 15 tahunan. Namun tidak mudah mengajarkan Bahasa Sunda di Kabupaten Tangerang ini,” ungkap Rahmat, mantan Kepala SD Kadu, Tigarakasa ini.

Guru senior ini memaparkan di dalam kelas para siswa diajarkan mengenalkan kata-kata yang sesuai dengan undak usuk basa, misalnya bagaimana ketika bercakap-cakap dengan teman sebaya, dengan guru, atau dengan orang-orang yang paling tua dengan bahasa halus.

Namun ketika para siswa keluar dari sekolah dan kembali ke rumahnya, mereka menggunakan Bahasa Sunda kasar. “Itu susah mengajarkan Bahasa Sunda karena masyarakat atau lingkungannya sudah terbiasa menggunakan Bahasa Sunda kasar,” ujarnya.

Menurut Rahmat, sesungguhnya para siswa menggunakan Bahasa Sunda yang sesuai dengan undak usuk basa itu, baik di dalam kelas maupun di lingkungan rumah dan masyarakatnya, sangat penting.

“Dalam Bahsa Sunda itu tidak hanya bagaimana para siswa menggunakannya sesuai undak usuk bahasa saja, akan tetapi di dalamnya ada makna keadaban atau sopan santun yang harus diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari mereka,” paparnya.

Dia berpendapat, jika Bahasa Sunda tidak digunakan sebagaimana mestinya dalam kehidupan bermasyarakat, Rahmat khawatir Bahasa Sunda akan mengalami kepunahan di Kabupaten Tangerang.

Padahal sambung Rahmat, sampai saat ini masih ada para pengguna Bahasa Sunda di sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, seperti di Kecamatan Cisoka, Jayanti, Cikupa, Balaraja.

“Mengapa saya sampai setua ini masih saja mau mengajarkan Bahasa Sunda, ya saya ingin agar Bahasa Sunda tidak punah di Kabupaten Tangerang ini. Janganlah menganggap Bahasa Sunda itu kuno atau kurang gaya,” paparnya.

Ketika ditanya bagaimana caranya menyelamatkan Bahasa Sunda agar tidak mengalami kepunahan di Kabupaten Tangerang, Rahmat menegaskan perlu ada sosialisasi yang gencar kepada masyarakat dan dibentuk juga semacam paguyuban di masyarakat.

“Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang harus menggagas melakukan sosialisasi Bahasa Sunda, misalnya melalui seminar-seminar atau diskusi-diskusi bagaimana misalnya menerapkan Bahasa Sunda sesuai undak usuk basa di masyarakat,” katanya.

Terkait paguyuban menurut Rahmat, perlu juga dibentuk. Anggota paguyuban itu harus dibiasakan menggunakan Bahasa Sunda sesuai undak usuk basa dan mau mengajarkan pada orang lain sebagai upaya melestarikan Bahasa Sunda.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!