Antisipasi Kelangkaan Daging Sapi


Distanak Gandeng DKI Jakarta dan Jabar

Diterbitkan  Jumat, 06 / 11 / 2015 13:13 - Berita Ini Sudah :  865 Dilihat

Distanak Pemprov BantenTingkat konsumsi terhadap daging sapi di Provinsi Banten semakin tinggi, namun kondisi demikian tidak dibarengi dengan jumlah populasi dan reproduksi sapi yang masih terbilang minim. Hal tersebut juga dialami provinsi lainnya yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengatasi kurangnya stok daging sapi, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten (Distanak) melakukan Workshop Kemitraan Usaha antar Provinsi DKI Jakarta, Jabar dan Banten di Auditorium Distanak, Kamis (5/11).

Kepala Distanak Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, kemitraan yang pertama kali digagas itu diyakini dapat mengantisipasi kelangkaan di tiga provinsi tersebut. “Laporan dari masing-masing provinsi bisa dijadikan evaluasi terkait permasalahan dan penanganan ketersediaan produksi ternak,” katanya.

Eneng menyebutkan, pertemuan tersebut merupakan peluang bagi Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jabar dalam membangun daerah produktif penyuplai daging sapi yang memenuhi syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Dengan mensinergikan konsep kemitraan, kita bisa wujudkan daya saing usaha peternakan rakyat melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan penguatan keterampilan peternakan rakyat,” terangnya.

Distanak Provinsi BantenDirektorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Ali Rachman mengatakan, adanya kolaborasi tiga provinsi merupakan strategi terbaik. Pasalnya, DKI, Jabar dan Banten merupakan sentra peternakan dengan suplai daging terbesar.

Dikatakan Ali, langkah efektif dalam mengembangkan usaha ternak salah satunya dengan mengimplementasikan pola yang sudah dicanangkan pemerintah pusat melalui Sekolah Peternak Rakyat (SPR). “SPR merupakan pola pemikiran untuk memberdayakan peternak dengan usaha bersama yang saling menguntungkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Taufik Yarsadi mengatakan, pembibitan di Jabar merupakan salah satu masalah yang mempengaruhi perkembangan ternak yang tidak stabil.

“Masalah ketersediaaan daging sapi memerlukan kerjasama dalam mengatasinya. Pertemuan ini diharapkan bisa memberikan dampak baik, terutama pada pola pembibitan ternak,” katanya.(adv)

Komentar Anda

comments