Pemkot Gelar Kegiatan Sinkronisasi Lahan di Wilayah Perbatasan

Diterbitkan  Rabu, 18 / 11 / 2015 13:45 - Berita Ini Sudah :  870 Dilihat

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan

Untuk mensingkronisasikan normalisasi kali pesanggarahan dan kali angke, Pemkot Tangsel melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan singkronisasi lahan Kebinamargaan dan Sumber Daya Air dengan wilayah perbatasan Kota Jakarta Selatan dalam menanggulangi banjir.

Kegiatan tersebut diikuti kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi dan staf di lingkungan suku dinas tata air Kota Jakarta Selatan dengan Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Tangerang Selatan. Pada kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan Retno Prawati dalam sambutannya mengatakan diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan koordinasi serta menciptakan kesepahaman yang sama dengan Pemkot Jakarta Selatan.

Hal ini untuk pengelolaan wilayah perbatasan demi mengakomodasi berbagai kepentingan, rencana sektor terkait, Peraturan serta berbagai hal yang perlu diketahui, dipedomani dan disepakati bersama.

“Kegiatan ini juga untuk sosialisasi peraturan dan ketentuan yang berlaku serta rencana pembangunan infrastruktur yang terkait dengan aset kebinamargaan dan sumber daya air di kawasan perbatasan,” katanya.

Kata dia, dengan kegiatan ini, Pemkot Tangsel dengan Pemkot Jakarta Selatan dapat menginventarisasi dan identifikasi segala hal permasalahan terkait dengan lahan kebinamargaan dan sumber daya air.

“Kita melakukan monitoring dan pengecekan bersama di kawasan perbatasan. Guna mendapatkan gambaran mengenai rencana penbataan dan pembangunan infrastruktur yang terintegritasi, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Retno berharap dengan digelarnya kegiatan tersebut mendapatkan data dan informasi mengenai rencana pembangunan yang terkait dengan bidang kebinamargaan dan sumber daya air diwilayah perbatasan Tangsel dengan Jaksel.

“Kita harapkan digelarnya kegiatan ini mendapatkan identifikasi permasalahan yang timbul akibat kurangnya pengendalian pemanfaatan lahan di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Selain itu, sambung Retno dapat tercapainya kesepahaman bersama dua wilayah dalam pengelolaan wilayah perbatasan yang terkait dengan kebinamargaan dan sumber daya air.

“Kita juga berharap terciptanya koordinasi yang baik dan proporsional mengenai rencana penanganan terhadap berbagai hal yang terkait dengan aset kebinamargaan dan sumber daya air yang terintegrasi, terpadu dan berkesinambungan,” pungkasnya.(adv)

Komentar Anda

comments