Proyek Gedung Kelurahan Karang Tengah Berlanjut


Pemkot tak Gentar Lawan Ahli Waris

Diterbitkan  Rabu, 18 / 11 / 2015 14:10 - Berita Ini Sudah :  745 Dilihat

TANGSEL POS, TANGERANG — Meski sempat dihentikan paksa oleh ahli waris, Pemkot Tangerang memutuskan akan terus melanjutkan pengerjaan bangunan kantor Kelurahan Karang Tengah.

“Kalau sekali lagi ada yang menghalang-halangi, maka kami tidak akan ragu-ragu lagi melaporkan ke polisi,” ujar Asisten Tata Pemerintahan Kota Tangerang, Saeful Rohman kepada wartawan, usai mengikuti rapat evaluasi di Ruang Akhlaqul Karimah, Selasa (17/11).

Menurutnya, alasan lahan itu dibangun oleh pemkot untuk gedung kantor Kelurahan Karang Tengah, karena lahan itu benar dan sah milik pemda, sesuai dengan hasil putusan di PN Tangerang No 83/PDT.G/2008/PN.TNG.

Saeful pun mengaku tidak akan menambah tenaga pengamanan di lokasi pembangunan kantor Kelurahah Karang Tengah. “Tidak ada seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Camat Karang Tengah Sucipto mendatangi Polres Metro Tangerang Kota guna konsultasi hukum terkait aksi penghentian paksa pembangunan gedung kelurahan karang Tengah dan perusakan spanduk oleh pelaku yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan tersebut.

Menurutnya, para ahli waris sudah melakukan aksi demonstrasi kedua kalinya yakni pertama tanggal 5 November 2015 dan 12 November 2015. “Di situ kita pasang spanduk pengumuman kalau tanah yang dibangun milik Pemkot Tangerang berdasarkan putusan PN Tangerang tapi diganti oleh kain putih bertuliskan tanah milik ahli waris A. Sanusi, mantan Kepala Desa Karang Tengah Girik c.2781 persil 29 luas 1000 meter persegi,” ungkapnya.

Ditambahkan Sucipto, saat ini proyek pembangunan tetap berjalan, karena pemborong juga harus mengejar waktu. Targetnya awal atau pertengahan bulan Desember harus sudah selesai. “Kami berharap ahli waris juga menghormati putusan pengadilan tersebut dan jangan melakukan perusakan yang dapat menghambat proyek pembangunan Kantor Kelurahan Karang Tengah itu,” ujar Sucipto.

Belum ada konfirmasi dari ahli waris terkait laporan ini. Para ahli waris tersebut dilaporkan dengan pasal sangkaan 406 KUHP tentang Perusakan dengan No LP/8/946/11/2015.(cat/den/bnn)

Komentar Anda

comments