Tim Pengembang Kurikulum Dibentuk


Pemkot Tangsel Tingkatkan Mutu Pendidikan

Diterbitkan  Senin, 23 / 11 / 2015 14:00 - Berita Ini Sudah :  1260 Dilihat

Dinas Pendidikan Kota Tangsel

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tangerang Selatan Dinas Pendidikan terus berupaya berinovasi. Salah satunya membentuk Tim Pengembang Kurikulum (TPK).
Sebanyak 50 orang yang terdiri dari pengawas, guru, dan Kepala Sekolah di Tangerang Selatan membentuk TPK.

Pembentukan ini dilakukan untuk pembekalan kurikulum 2013 yang difasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Tak kurang dari 22 sekolah mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan pengembangan kurikukum 2013 itu.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Sridoyo menerangkan kegiatan tersebut selain berisi pembekalan juga sebagai sarana menyalurkan evaluasi dan supervisi terhadap apa yang sudah dilakukan sekolah dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

“Ini sangat penting, karena kita melakukan evaluasi juga tentang apa yang sudah dilakukan. Ini juga bisa menjadi masukan bagi Kemendikbud. Harapannya setelah ini akan ada penyempurnaan-penyempurnaan dalam implementasi kurikulum,” ungkapnya.

Anggota tim pengembangan kurikulum utusan Kemendikbud Zulfikri Anas menerangkan, kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk membantu guru mengimplementasikan sebaik mungkin kurikulum 2013. “Selain itu, juga membantu guru mengembangkan kurikulum daerah seperti muatan lokal. Apa potensi di Tangsel yang bisa jadi bahan pembelajaran di masing-masing satuan sekolah,” terangnya.

Kegiatan itu, kata Zulfikri, juga diselenggarakan guna membentuk tim pengembang kurikulum di tingkat Kabupaten/Kota. Tim pengembangan kurikulum tingkat Kabupaten/Kota itu, nantinya bakal jadi lembaga pengawas sejauh mana efektifitas pelaksanaan kurikulum di tingkat daerah. “Ini baru pertemuan awal. Kita harap ada pertemuan secara periodik dalam rangka membantu satuan sekolah,” ucapnya.

Menurut Zulfikri, Kurikulum 2013 terus mengalami revisi. Bakal terjadi penyerdehanaan terhadap hal-hal yang dianggap rumit. “Intinya di kurikulum 2013 ini lebih mengutamakan pembinaan sikap, moral, akhlak. Sebab, selama ini, anggapan dari guru itu hanya mengajarkan pengetahuan saja,” pungkasnya.

Dindik Gelar Lomba Kreatifitas Peserta Didik Paket B

Program Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan

Pendidikan Non Formal terkadang dipandang sebelah mata. Padahal pendidikan ini tak kalah bagusnya dengan pendidikan formal. Hanya saja dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya sedikit berbeda dengan formal.

Biasanya pendidikan non formal melakukan belajar mengajar di rumah atau di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)nya langsung. Berbeda dengan pendidikan formal yang harus datang ke sekolah.

Untuk meningkatkan mutu Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Tangsel melalui Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) menggelar kegiatan Lomba Kreatifitas Peserta Didik Paket B di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Mathodah mengatakan, kegiatan yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun ini antusias diikuti peserta didik paket B. Bahkan, dengan digelarnya kegiatan ini memacu peserta didik meningkatkan belajar. “Kita menyiapkan peserta Paket B ini untuk mewakili Kota Tangerang Selatan untuk lomba di tingkat Provinsi Banten. Tahun sebelumnya, Kota Tangerang Selatan selalu menjadi juara umum dalam lomba Pendidikan Non Formal. Mudah-mudahan tahun ini hasilnya akan lebih baik lagi,” katanya.

Dengan digelarnya lomba tersebut, Mathoda berharap pendidikan formal maupun non formal bisa terus ditingkatkan kualitas dan mutu pendidikannya.

Sementara, Kepala Bidang PNFI pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Hayati Nur mengatakan, lomba yang diikuti 20 peserta. Peserta merupakan perwakilan dari 10 PKBM yang ada di Kota Tangerang Selatan. Di antaranya, PKBM Technosa, PKBM Ka Seto, PKBM Bina Mandiri serta PKBM Siliwangi.

“Para peserta yang mendapat juara 1, 2, dan 3 akan mewakili Tangsel ke Provinsi untuk lomba Melukis dan Hasta Karya. Mereka kami minta untuk menunjukan kreatifitas yang dimiliki dan bersaing di Provinsi maupun Nasional,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini PKBM mengirim siswanya yang berprestasi dan memiliki bakat untuk mengikuti lomba. Dengan tujuan memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi di tingkat Paket B.

“Kami harapkan ini bisa memacu para warga belajar yang lain untuk mengikuti jejak prestasi temannya. Kita juga ingin pendidikan non formal lulusannya bermutu dan berkualitas, tidak seperti yang dibayangkan orang yang hanya mengejar ijazah saja,” terangnya.(adv)

Komentar Anda

comments