Meningkatkan Ekonomi dan Mensejahterakan Masyarakat


Wanita Nusantara Bina Kaum Ibu Dengan Kearifan Lokal

Diterbitkan  Jumat, 27 / 11 / 2015 15:47 - Berita Ini Sudah :  827 Dilihat

Dian WisdianawatiTANGSEL POS, MAUK – Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki kekayaan kearifan lokal yang sangat khas dan unik. Namun demikian potensi itu belum diberdayakan secara maksimal dalam kehidupan masyarakat.

Padahal dalam kearifan lokal yang sangat beragam dan menarik itu memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Potensi itu tentu saja harus dikelola dengan baik agar ada manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Kenyataan itu disadari Wanita Nusantara. Mereka mengambil langkah-langkah memberdayakan masyarakat daerah melalui kearifan lokal tersebut, seperti di Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

“Ada sekitar 50 ibu-ibu yang kami berdayakan. Itu sudah berjalan sekitar tiga bulan,” ungkap Ketua Umum Wanita Nusantara, Dian Wisdianawati, M.Si., kepada Tangerang Pos/Tangsel Pos, baru-baru ini.

Lebih jauh Dian menjelaskan, salah satu kearifan lokal yang ada di Desa Mauk Barat itu tradisi membuat sate bandeng. Tradisi itu sampai saat ini masih hidup dan berkembang di desa tersebut.

“Program kami memang fokus pada kearifan lokal,” ungka Dian. menegaskan.

Hal itu lanjut Dian, dilakukan juga di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia, seperti di Cianjur yang memiliki beras Cianjur dan Tasikmalaya yang memiliki kearifan lokal batik dan kuliner.

Terkait kearifan lokal di Desa Mauk Barat itu, menurut Dian, ibu-ibu di desa tersebut diberikan edukasi bagaimana memdiproduksinya secara lebih besar dan secara bertahap diajarkan bagaimana menjual produk itu kepada masyarakat umum.

“Pada awalnya yang ikut dalam pemberdayaan kearifan lokal ini hanya untuk kaum perempuan, namun seiring dengan perkembangannya yang semakin baik, ternyata kaum laki-laki ikutan juga,” paparnya.

Ketika ditanya bagaimana keuntungan dari hasil penjualan kearifan lokal ini, dijelaskan Dian, memang belum dilakukan secara maksimal. “Kami sampai saat ini masih dalam bentuk pendampingan,” ujarnya.

Namun kilah Dian, yang paling utama dalam pembinaan kearifan lokal ini, harus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Itu tujuan yang sebetulnya ingin kami capai,” katanya.(bud)

Komentar Anda

comments