BPBD Tangsel Optimalkan Penanganan Bencana

Diterbitkan  Rabu, 02 / 12 / 2015 15:30 - Berita Ini Sudah :  675 Dilihat

BPBD Kota TangselBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya menanggulangi bencana di Kota Tangsel. Berbagai cara dilakukan BPBD Kota Tangsel agar efisien dalamm penanganan dan penanggulangan bencana.

Salah satu cara yang dilakukan BPBD Kota Tangsel yakni meminta perusahaan swasta untuk terlibat dalam penanganan banjir dengan mengalokasikan dana coorporate social responsibility (CSR) bagi penanganan dan penanggulangan bencana banjir.

“Kita bersiap hadapi banjir. Maka itu, seluruh pihak, termasuk swasta kita imbau untuk turut serta terlibat dalam penanganan banjir. Perusahaan pun tangung jawab dalam persoalan banjir, jangan selau mangharap pemerintah saja,” ungkap Kepala BPBD Kota Tangsel, Uci Sanusi

Hasil pemetaan BPBD, daerah rawah banjir di Tangsel di antaranya di Kecamatan Pondok Aren meliputi Perumahan Pondok Maharta, Taman Mangu, Komplek Setneg, Kampung Bulak, Bintaro Regency, dan Perumahan Pondok Kacang Prima.

Sedangkan di Kecamatan Serpong Utara yakni, di Graha Raya, Graha Mas, dan Kayu Gede. Sementara di Kecamatan Ciputat meliputi, Perum Ciputat Baru, Perumahan Payung Mas, dan Aria Putra Green Hill. Untuk di Kecamatan Pamulang, banjir biasa melanda di Villa Pamulang, Bukit Pamulang Indah, dan Reni Jaya. Sementara di Kecamatan Setu yakni di Perumahan Pesona Serpong serta di Villa Mutiara.

“Titik-titik itu harus diwaspadai di tahun ini karena memang kerap kali terjadi banjir saat datangnya musim hujan. Namun demikian sebagian besar sudah dibenahi semoga saja akan bekurang, kita lihat nanti dari kajian lapangan,” sambungnya.

Sementara terkait perlengkapan, BPBD diakuinya sudah memiliki mobil rescue dan mobil dapur umum masing-masing satu unit, motor trail empat unit, perahu karet lima buah, tenda pleton tiga buah, tenda pengungsi dua buah, tenda family lima buah, terpal canvas 100 meter persegi, velved 15 dan genset able general 5 KVA 2.

“Namun jika total keseluruhan perahu karet dengan berbagai SKPD serta dari organisasi kepemudaan dan TNI ada 33 unit sedangkan tenda posko tiga unit serta tenda pleton 14 unit. Ada delapan unit tenda keluarga serta tenda dome 17 unit,” sambung Uci.

BPBD Kota Tangsel juga memberikan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana kepada masyarakat. Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari unsur kelurahan diberikan pemaparan oleh narasumber dari Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Chrismanto, Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBSDA) Tangsel Aji Awan, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Bambang Hartoko.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tangsel Kemal, kegiatan ini merupakan sosialisasi pengurangan bencana.

“Jadi bagaimana mereka bisa meminimalisir resiko bencana yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Mereka memilih unsur kelurahan, sebab terjadinya bencana berasal dari masyarakat. “Merekalah ujung tombak terjadinya bencana. Makanya bagaimana mereka harus bisa memperkecil resiko bencana,” terang Kemal.

Misalnya di Tangsel terdapat Nuklir, sebagai masyarakat harus tahu apa yang akan terjadi bila ada kegagalan dalam proses tersebut. Selain itu terdapat masalah yang muncul oleh teknologi canggih, yakni smart handphone.

“Menurut hasil diskusi bersama masyarakat, banyak bencana sosial yang terjadi karena teknologi didalam handphone. Media sosial menjadi penyebab timbulnya bencana,” jelas Kemal.

Menurutnya kecanggihan handphone yang terus meningkat harus dipantau oleh keluarga. Jangan sampai anak-anak dibiarkan terlalu larut dalam internet.

“Banyak kejahatan yang muncul akibat pertemuan yang diawali oleh media sosial. Hingga akhirnya berujung pada penipuan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Ini yang harus dihadapi orangtua dalam menyikapi anak-anaknya di rumah. Kontrol mereka penting untuk memberikan pemahaman agar tidak bertemu dengan orang asing melalui media,” jelasnya.

Dia mengatakan, hal ini bukan hanya tugas dari BPBD. Melainkan tugas bersama semua elemen masyarakat, terutama keluarga. Pemerintah juga wajib memberikan contoh tauladan kepada masyarakat.

“Karena melihat banyaknya bencana yang terjadi akibat teknologi, kedepan kami akan membuat sosialisasi khusus untuk penanggulangan bencana teknologi. Mengingatkan bahwa bencana yang terdekat adalah media sosial,” papar Kemal.

Sementara menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Bambang Hartoko, potensi bencana alam yang terjadi di Tangsel adalah banjir, kekeringan, kebakaran, tanah longsor, angin ribut, kegagalan teknologi, dan gempa bumi

“Masyarakat wajib tahu apa saja yang harus dihadapi ketika bencana-bencana tersebut muncul. Di sini kami memaparkan semua yang harus mereka lakukan,” jelasnya.(adv)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!