Pemkot Dorong KSM Lebih Trampil

Diterbitkan  Senin, 07 / 12 / 2015 13:40 - Berita Ini Sudah :  842 Dilihat

Bank Sampah Kota TangselPemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel kian mengoptimalisasikan keberadaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse & Recycle). Adanya TPS3R ini tak hanya jadi pengolahan sampah semata tapi ada sisi lainya.

Kabid Kebersihan, DKPP Tangsel, Yepi Suherman optimis membangun sinergitas pemerintah dengan KSM akan berdampak positif bagi pengelolaan TPS 3R. Menurutnya pemkot tidak bisa bekerja sendirian dalam pengelolaan sampah jika KSM tidak dapat maksimal bekerja.

Maka itu adanya hubungan yang baik ini, pengelolaan TPS3R bisa berjalan dengan baik.

“Pemerintah tak mungkin bisa berjalan tanpa dukungan dari kelompok atau masyarakat luas cara kelola sampah. Begitu juga KSM tidak mungkin bisa berjalan dengan baik manakala bantuan pemerintah tidak ada,” katanya.

Meski bantuan sudah diberikan berupa bangunan dan peralatan untuk kelola sampah namun itu belumlah cukup. Perlu dorongan dari pemkot memberikan semangat dan berikan solusi jika ada kendala di lapangan selama ini.

“Selain diberikan bantuan bangunan dan mesin, TPS3R ini membutuhkan manajemen yang baik. Hadirnya KSM sebagai kelompok yang dipercaya mengelola sampah mampu berkembang, misal selain kelola sampah juga memilah supaya ada nilai ekonomis. Ini yang akan terus kita dorong untuk bisa menciptakan pengelolaan sampah modern, cepat, dan optimal,”ungkapnya.

Yepi menyebutkan kalau banyak KSM di Tangsel sudah memiliki arah dan strategi yang mumpuni. Begitupun dengan manajemennya sudah punya target dan dapat berjalan beriringan dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah yang optimal menjadi sumber pemasukan bagi anggotanya. Seperti misalnya, ada yang dapat dibuat KSM misalkan mengolah sampah menjadi biji plastik, membuat kompos dari sampah sisa sayuran dan hal lain yang bisa dikembangkan.

“Ini yang kami berikan terobosan-terobosan kepada KSM untuk bisa eksis ke depannya. Saya harap jangan hanya kelola sampah lalu dibuang tapi harus ada yang dimanfaatkan,” paparnya.

Yepi mengaku pemkot akan memfasilitasi agar KSM bisa berkembang. Seperti memberikan bantuan alat dan sebagainya. Yang terpenting dari KSM mengajukan proposal apa yang dibutuhkan.

“Kami akan tetap fasilitasi apa yang menjadi kebutuhan mereka asalkan mengajukan proposal sebagai dasar pemerintah memberikan bantuan,” sambungnya.

Sementara itu Ketua KSM Griya Asri Jumadi menyebut anggotanya selama ini selalu semangat dalam kelola sampah. Selain dibuang sampah yang tidak dapat dimanfaatkan sebagian dibuat komposter, hal itu cara trampil dalam memanfaatkan sampah.

“Kami bersama anggota melihat sampah bernilai jika dipandang berbeda. Tapi jika sampah adalah barang yang tidak berharga maka tidak menjadi apa-apa,” ujarnya.
Kelola Sampah Hasilkan Uang.

DKPP Kota Tangsel terus melakukan berbagai terobosan mengatasi tumpukan sampah. Salah satu yang digarap adalah dengan membentuk bank sampah di setiap RW. Saat ini ada ratusan bank sampah yang sudah ada dan akan terus bertambah seiring dengan sosialisasi kian gencar dilakukan.

Kepala Dinas DKPP M Taher mengatakan, program bank sampah yang saat ini dikerjakan sudah ada sejak beberapa tahun silam. Dirinya menargetkan setiap RT nanti akan terbentuk bank sampah. Adapun tujuan dari pembentukan bank sampah ini adalah untuk mengurangi sampah yang kian menggunung. Sekarang ini terus digenjot supaya anggota bank sampah bisa bertambah.

“Bank sampah menjadi wadah untuk mengelola sampah menjadi bernilai uang. Cara mengurangi sampah dimulai dari diri dan keluarga, bagaimana meminimalisir munculnya sampah,” katanya.

Ia mengungkapkan melakukan kegiatan seefesien mungkin baik saat memasak, berbelanja dan bungkus makanan. Minimalisir produksi sampah plastik, karena plastik sulit hancurnya.

“Cara-cara demikian mampu menjadikan lingkungan tetap indah dari sampah. Maka hidup pun menjadi lebih sehat lagi,” katanya.

Sosialisasi kepada masyarakat sangatlah tepat untuk membuka wawasan soal sampah. Diharapkan setelah mendapatkan pemahaman mereka tergerak untuk segera bentuk bank sampah. Mengelola sampah sebut Yepi tak ada ruginya.

“Dengan sampah bisa jalan-jalan kemana saja, ke salon belanja di mall dan punya uang banyak. Pola bank sampah menyimpan pundi-pundi uang cukup besar,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya terus menggalakan sosialisasi bank sampah. Kata dia, solusi meningkatnya sampah adalah dengan pengelolaan yang baik. Caranya dengan membentuk bank sampah sebagai wadah bagaimana sampah bisa jadi barang bernilai. Nah, dengan menjadikan sampah jadi sesuatu barang berharga, tentu akan mendatangkan uang yang lumayan. “Kita dorong agar program ini berjalan sukses. Apalagi volume sampah terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.

Ketua Bank Sampah Berlian mengatakan, sampah apapun bisa bernilai dan karena memiliki banyak manfaat. Bagi banyak orang sampah dianggap tidak ada apa-apanya. Tapi bagi orang yang mengetahui sampah berlimpah harta.

“Sampah memiliki banyak uang dan barang berharga. Selain uang di sana mengasilkan tas, tiker dan pernak-pernik lain dari olahan sampah,”katanya.(adv)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!