Sumbang Kas Majelis Dikaitkan Politik Uang

Diterbitkan  Rabu, 09 / 12 / 2015 14:53 - Berita Ini Sudah :  943 Dilihat

DPD PAN Tangsel Klarifikasi Terkait Money PoliticTANGSEL POS, SERPONG – Kegiatan sosial tidak selamanya ditanggapi positif di tengah masyarakat. Inilah yang sedang dirasakan DPD Partai Amanah Nasional (PAN), sebab salah satu kadernya diisukan melakukan politik uang lantaran menyumbang majelis taklim di Pamulang.

Asrofi anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN (PAN) melalui broadcast blackberry messager (BBM) disebut melakukan politik uang. Padahal menurut pengurus DPD PAN, kader Asropi tersebut memberikan iuran kas ke majelis taklim seperti yang sudah menjadi kebiasannya selama tiga tahun belakangan ini.

Awal mula kejadian diketahui dari beredarnya broadcast di Whatsapp, Facebook dan BBM dengan Isi pesan ialah ‘Info kabar angin: anggota DPRD Tangsel asal PAN, Asropi ditangkap lantaran tertangkap tangan membagi2kan uang di majelis ta’lim di Pamulang untuk memenangkan calon walikota dan wakil walikota Tangsel yang diusung partainya’.
Pengurus DPD PAN melalui juru bicaranya, Yana Suryana terusik dengan broadcast dan kabar yang belum dikonfirmasi tersebut.

“Tidak benar. Yang benar itu memang Asropi menghadiri pengajian rutin yang memang binaan ibunya,” ujar Yana, kemarin.

Kegiatan menghadiri pengajian majelis taklim yang dibina ibunya tersebut bukan hanya sekali ini saja atau dalam rangka Pilkada, tetapi sudah dilakukan satu tahun sebelum dia mengikuti pencalegan. Setelah mengisi pengajian, Asropi biasanya akan memberikan infaq dan sadaqah untuk masuk ke dalam kas majelis taklim.

“Jumlahnya selalu sama, Rp 1 juta. Itu juga dilakukan bukan sekali ini saja, melainkan setahun sebelum dia ikut pencalegan juga,” kata Yana.

Saat itu pun uang yang diberikan langsung kepada pengurus majelis taklim, tidak kepada perorangan. Bahkan Asropi, tidak memperkenalkan, mengajak, atau menyelipkan kartu nama Asropi sebagai anggota DPRD dan pengenal pasangan calon Pilkada yang diusung partainya.

“Namun kabarnya, pada saat Asropi keluar dari majelis tersebut, pengurus majelis membagikan uang tersebut kepada para janda yang menjadi anggota majelis,” tutur Yana.

Asropi pun sudah menjelaskan sepenuhnya kepada pengurus DPD PAN maupun kepada jaringan partai yang mengusung paslon. Sehingga, pengurus partai merasa yakin kalau kadernya itu tidak melakukan kegiatan money politic.

Namun apabila ada pihak melaporkan ke Panitia Pengawas Pilkada (Panwasda) kemudian dilanjutkan ke Gakumdu, PAN mempersilahkan. “Kalau memang yang melaporkan atau Panwas menemukan cukup bukti, ya silahkan. Itu kan ranahnya, kita akan sama-sama buktikan,” tegas Yana.

Pihaknya menduga isu disebarkan tersebut hanya upaya untuk memperkeruh suasana pascapencoblosan 9 Desember. Meski demikian, pihaknya mengaku tidak terpengaruh sama sekali.

Dilain pihak, pernyataan Yana juga dibenarkan oleh Asropi, Sabtu (5/12) sore. Dia hanya diundang rutin untuk memberikan ceramah di majelis taklim yang dikelola oleh ibunya. Pada saat ceramah itu juga dihadiri anggota Panwasda, ketua RT, dan para tokoh masyarakat di daerah tersebut.

“Itu hanya uang kas saja, saya rutin ngasihnya, enggak hanya kemarin saja. Sekitar sejutaan lah, enggak saya kasih ke per orang, langsung saya amanatkan untuk masuk kas majelis, sudah biasa kok itu,” akunya.

Lalu, kalaupun hal tersebut malah jadi masalah dan diperkarakan Panwasda, Asropi tidak mengetahui sama sekali. “Saya tidak tahu kalau sampai sejauh itu, orang anggota Panwasdanya juga hadir kok,” paparnya.

Dilain pihak, anggota Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Wakapolres AKP Bahtiar Alponso mengaku belum menerima laporan adanya dugaan money politic tersebut. “Belum ada laporan yang kami terima. Kasat Reskrim atau Panwasda juga belum ada laporan,” ungkapnya.(dra)

Komentar Anda

comments