Kaji Pembentukan Holding Company


Pemkot akan Dikelo Seperti Perusahaan

Diterbitkan  Rabu, 16 / 12 / 2015 14:55 - Berita Ini Sudah :  663 Dilihat

Display Tangsel PosTANGSEL POS, TANGERANG – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah berencana membentuk holding company (perusahaan induk) untuk menggali potensi serta mengoptimalkan peran perusahaan daerah.

Pemerintah Kota Tangerang tengah mengkaji pembentukan perusahaan induk (holding company) untuk perusahaan daerah. Pembentukan perusahaan induk ini dimaksudkan untuk menggali potensi daerah serta guna mengoptimalkan peran perusahaan daerah yang ada di Kota Tangerang.

“Otonomi daerah menuntut pemerintah daerah untuk mampu membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerahnya sendiri. Di satu pihak kemandirian dan kewenangan daerah diberikan sangat besar, akan tetapi lain pihak sumber pendapatan daerah terbatas. Maka itu kita perlu kaji kemungkinan membentuk holding company,” ujar Arief R. Wismansyah saat membuka acara Sosialisasi Holding Company BUMD di Ruang Rapat Asda III Kota Tangerang, Selasa (15/12).

Ditambahkannya, sebagai administrator penuh, tentu saja dibutuhkan kreativitas bagi daerah masing-masing, agar pengelolaan daerahnya lebih terfokus dan berhasil guna sesuai dengan sasaran.

“Sudah saatnya daerah dikelola seperti sebuah perusahaan yang harus mampu menghidupi kebutuhannya sendiri dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya melalui pembangunan yang langsung maupun tidak langsung dapat dinikmati oleh masyarakat,” terangnya lagi.

Upaya-upaya untuk lebih meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), kata Arief, harus segera dipikirkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. “Perusahaan daerah, merupakan salah satu dari sumber pendapatan asli daerah sudah saatnya mulai dipikirkan sebagai suatu bagian yang sangat penting dalam menyumbang pendapatan daerah,” terangnya.

Ditambahkannya, perusahaan daerah berperan penting dalam keuangan daerah karenan nantinya merupakan salah satu profit center (pusat laba) bagi pemerintah daerah dan keberadaannya sebagai jantung bagi penggerak kegiatan di segala sektor yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Untuk itu pengelolaan perusahaan daerah haruslah sangat profesional, dengan memisahkan pengelolaan pemerintah daerah dengan pengelolaan perusahaan daerah agar lebih profesional.

“Dan tentu saja tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan aparat pemerintah apalagi sebagai bagian dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Untuk memecahkan permasalahan dan meminimalkan kelemahan sistem pengelolaan perusahaan daerah tersebut di atas, maka perlu dicarikan jalan pemecahannya.

Salah satu pemecahan masalah tersebut melului pembentukan holding company. “Diharapkan akan mampu merubah pola manajemen dan sistem operasional perusahaan daerah sehingga lebih profesional,” terangnya. “Sehingga pemerintah bisa fokus dengan urusan pemerintahannya dan enggak harus kepikiran sibuk nyari uang, karena itu nanti sudah jadi urusan holding company,” sambungnya.(cat/den/bnn)

Komentar Anda

comments