Pamungkas NM, Maestro Lagu-lagu Rock Asal Ciputat


Ciptakan Lagu Bis Kota dari Pengalaman Berangkat ke Kampus

Diterbitkan  Selasa, 22 / 12 / 2015 19:43 - Berita Ini Sudah :  1173 Dilihat

Maestro Lagu Rock Asal CiputatKarya-karyanya begitu populer di era 90-an. Sebut saja seperti lagu ‘Bis Kota’ yang dinyanyikan Achmad Albar atau Anggun C Sasmi yang melejit lewat lagu ‘Mimpi’. Sang pencipta lagu tersebut ternyata warga Ciputat yakni, Pamungkas NM.

Laporan: Budi Sabarudin-Gading Serpong

Kulari mengejar laju bis kota. Berlomba-lomba saling berebutan. Tuk sekadar, mendapat tempat di sana. Lagu ini sangat populer di kalangan anak muda di zaman itu.

Anak-anak muda biasa membawakan lagu fenomenal itu, baik di panggung-panggung hiburan dan festival maupun di pinggir-pinggir jalan atau di gang-gang sambil nongkrong dengan alat musik seadanya.

Rasanya, pada zaman itu, sebagian besar masyarakat Indonesia, tahu betul lagu dan hadal betul liriknya. Apalagi bagi masyarakat kecil, karena lagu itu betul-betul dirasakan mewakil perasaan mereka, betapa susah dan sedihnya menumpang bis kota.

Namun kepopuleran lagu Bis Kota dan sang penyanyinya itu tak diikuti dengan ketenaran Pamungkas NM. Dijumpai saat acara Festival Rock n Blood yang digagas PMI Kabupaten Tangerang di SDC Summarecon Serpong (SMS), Minggu (20/12) malam, Pamungkas NM masih terlihat nyentrik.

Rambutnya mulai memutih namun, sikapnya tidak berubah, masih tetap rendah hati. Kesempatan bertemu langsung dengan Pamungkas NM tidak disia-siakan Tangsel Pos. Di sela-sela dia menjadi juri dalam festival yang diikuti sekitar 22 grup band dari Tangerang Raya itu, wawancara pun dilakukan.

Pamungkas kemudian bercerita panjang lebar tentang lagu ‘Bis Kota’ itu. “Saya waktu itu masih kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Pada waktu saya berangkat ke kampus terpaksa naik bis kota,” ujar Pamungkas mengomentari lagu yang diciptakannya tersebut.

Ternyata lanjut dia, naik bis kota itu sangat tidak enak. “Saya harus desak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi bau keringat. Ah, bener-bener nggak enak naik bis kota,” katanya, mengenang.

Pamungkas naik bis kota dari terminal Blok M. Namun rupanya pengalaman itu membawa berkah tersendiri baginya. “Hampir sepanjang perjalanan saya terilhami bikin lagu bis kota. Lagu itu menjadi semacam pengalaman yang sangat pribadi,” paparnya.

Sepulang kuliah, Pamungkas langsung menulis kejadian yang dialaminya menjadi lirik lagu. “Mula-mula yang muncul notasinya dulu, kemudian liriknya saya buat. Pada awalnya lagu itu buat Edi Endoh, seorang penyanyi juga. Tapi dia kemudian berangkat ke Brunei Darussalam karena ada satu pekerjaan di sana,” turur Pamungkas.

Pamungkas yang saat itu sudah satu tim dengan musisi Tedi Sunjaya, kemudian mungusulkan bagaimana kalau lagu itu buat Achmad Albar, yang sehar-hari akrab dipanggil “iyek”. “Gimana, buat iye aja?” terangnya.

Pamungkas setuju, kemudian lagu itu diproses rekaman dan meledak di pasaran. (*)

Komentar Anda

comments