Dibangun di Lahan 6.000 Meter Persegi di Belakang Pasar Modern


Terminal BSD Butuh 6 Miliar

Diterbitkan  Selasa, 22 / 12 / 2015 14:10 - Berita Ini Sudah :  797 Dilihat

Display Tangsel PosTANGSEL POS, BSD – Sejumlah trayek angkutan umum di kawasan BSD segera memiliki terminal. Angkot dan bis itu nantinya menempati lahan di Pasar Modern. Setidaknya butuh anggaran Rp 6 miliar untuk membangun terminal tersebut.

Selama ini sejumlah angkutan kota (angkot) dan bis yang beroperasi di BSD memang kerap mangkal di sembarang tempat. Untuk bis feeder jurusan BSD-Ratu Plaza biasanya ngetem di dekat kolam renang BSD.

Sedangkan angkot D04 jurusan BSD-Cikokol menjadikan lahan di belakang Pasar Modern sebagai tempat mencari penumpang. Begitu juga angkot jurusan BSD-Ciputat, tak memiliki terminal.

“Ya karena di sini tidak ada terminal makanya kami mangkal di dekat Pasar Modern ini. Setiap pemberangkatan angkot sudah ada yang mengaturnya, kami di sini berbagi rejeki. Tapi mungkin kalau sudah ada terminal pastinya penumpangbertambang banyak. Tidak seperti sekarang ini, ngetem butuh waktu hampir satu jam lebih,” terang Sudir, sopir angkot D04 BSD-Cikokol.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel, Sukanta menerangkan Pemkot segera membangun terminal di Pasar Modern BSD selain di Pondok Cabe. Rencananya, pada 2016 nanti, terminal itu mulai dibangun.

Sukanta menerangkan untuk feasibility study (FS) pembangunan terminal di BSD itu sudah dibuat pada akhir 2014 dengan anggaran sebesar Rp 100 juta dan Detail Engineering Design (DED) di 2015 dengan anggaran Rp 150 juta. “Setelah DED dibuat, rencananya 2016 akan dibangun,”ungkap Sukanta usai safari pembangunan Kecamatan Setu di Puspiptek, kemarin.

Mantan camat Serpong Utara ini menjelaskan lahan yang bakal dijadikan terminal itu adalah aset pengembang kawasan BSD. Dari awal, lahan itu, diperuntukkan terminal. Sehingga, pihaknya melanjutkan membuat DED. “Dari penyerahan aset dari pengembang BSD, sekarang baru akan dimanfaatkan,” katanya.

Lahan terminal itu disiapkan sekitar 6.000 meter persegi. “Terminalnya tipe C, untuk angkutan dalam kota. Kalau terminal tipe C, kewenangannya walikota,” tuturnya.

Sukanta mengatakan bahwa pembangunan bakal dilakukan oleh Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel. Pihaknya hanya sebagai pengelola ke depannya. “Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 6miliar,” imbuhnya.

Dalam pembangunan terminal itu juga dilakukan pembangunan sarana pokok terminal. Yaitu, landasan kedatangan angkutan, sarana penunjang kedatangan penumpang, pemberangkatan angkutan, sekretariat atau kantor terminal, serta sarana umum seperti papan informasi dan papan jurusan.

Tidak hanya terminal BSD yang akan dibangun di 2016, Dishubkominfo akan membuat FS untuk Terminal Muncul. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang ada di kawasan Muncul.

“Kita akan buat FS dengan anggaran sebesar Rp 100 juta, namun kita belum tahu lokasinya, menunggu FS itu jadi, baru tahu lokasi yang akan digunakan untuk terminal dimananya,”katanya.

Sebelumnya, Pemkot juga berencana merevitalisasi Terminal Pondok Cabe. Pembangunan terminal ini mendapatkan bantuan hibah dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 6 miliar. Terminal Pondok Cabe kini masih menjadi pangkalan bis antarkota antarprovinsi (AKAP).

Terminal Pondok Cabe bertipe A yaitu melayani kendaraan penumpang umum, mulai dari antarkota antarprovinsi (AKAP), dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), dan angkutan kota (angkot).

Dalam Detail Engineering Design (DED), terminal seluas 2,5 hektar akan diperlebar menjadi 6 ha. Nantinya, akan dibangun tiga terminal dan bangunan utama. Terminal 1 dan 3 untuk angkutan dalam kota dan terminal 2 untuk bus antarkota antarprovinsi. Akses menuju Terminal Pondok Cabe juga akan terintegrasi dengan rencana pembangunan Tol Cinere-Serpong.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!