Pembinaan Disiplin Pegawai Bappeda Tingkatkan Kinerja dan SDM


Teddy Meiyadi : Ada Reward Ada Punishment

Diterbitkan  Rabu, 20 / 01 / 2016 15:00 - Berita Ini Sudah :  934 Dilihat

Teddy Meiyadi

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel Teddy Meiyadi melakukan pembinaan pegawai secara langsung untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kinerja pegawai Bappeda dalam menjalankan tugas-tugas Bappeda di 2016.

Teddy pun memimpin langsung pembinaan stafnya untuk menanamkan pentingnya disiplin dalam bekerja, di Aula Bappeda, Selasa (19/1).

“Tugas-tugas Bappeda semakin berat, diantaranya menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2017, Laporan Keterangan Penangungjawaban (LKPJ) 2015 dan LKPJ Akhir masa jabatan, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), IKU, Musrenbang, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2017, Sistem Perencanaan Daerah (Simrenda), Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), KUA PPAS Murni 2017 dan perubahan 2016, untuk itu pentingnya disiplin dalam menjalankan setiap tanggungjawab pekerjaan ini,”tegas Teddy.

Teddy menjelaskan, sebagai staf kepala daerah, dirinya harus menjabarkan hal-hal tersebut ke program kerja yang dampaknya untuk penyelenggaran pemerintah.
Sehingga, tidak adalagi santai-santai, harus ada kepedulian sesama dalam menjalankan setiap tugas yang ada. “Ada perintah atau tidak, tugas tetap harus berjalan, kalau ada yang sakit, gantikan tugas temannya itu, ambil ahli langsung, itulah pentingnya kepedulian sesama, yang selama ini belum dilakukan oleh staf Bappeda,”ungkapnya.

Teddy pun tidak segan-segan memberikan reward dan punishment kepada stafnya. “Saya kumpulkan mereka, dan mendengarkan keluhan mereka selama ini, apakah eselon empat dan tiga mereka mengetahui keluhan anak buahnya, untuk itu saya kumpulkan para staf ini tanpa mengajak kepala bidang maupun kepala seksi mereka, karena saya ingin tahu apa yang terjadi selama ini,”jelasnya.

Dalam pembinaan tersebut, Teddy pun akan memberikan reward kepada para pegawai yang menjalankan kinerja dengan baik, dan memberikan punishment atau hukuman bagi stafnya yang tidak bekerja.

“Saya contohkan kemereka, jika yang bekerja diberikan Rp 500 ribu, yang tidak bekerja tidak diberikan, apakah kalian setuju, kalian bekerjalah dengan disiplin, biarkan saya yang memikirkan kesejahteraan kalian,”ungkap Teddy sambil memberikan motivasi kepada stafnya.

Dirinya pun tidak ingin, ada pegawainya yang sibuk bekerja dan ada yang sibuk bermain pingpong, untuk itu dia meminta pegawainya untuk melipat meja tenis meja atau pingpong tersebut. “Kita sepakat untuk melipat meja pingpong, ada waktunya untuk olahraga dan ada waktunya untuk bekerja,”tegasnya.

Disiplin pegawai ini penting dilakukan, karena kalau tidak didukung oleh staf yang tidak mempuni, maka cita-cita hanya tinggal cita-cita dan tidak bisa dijabarkan kebawahnya.

“Staf dibawah lambat, tidak disiplin, hanya menunggu arahan, saya hanya punya cita-cita yang hanya tinggal janji, dan tidak bisa direalisasikan, namun sebaliknya, jika staf dibawah disiplin, tahu akan fungsi dan tanggungjawab mereka, tanpa disuruh menjalankan pekerjaan dengan sebaik mungkin, kita dapat mewujudkan cita-cita tersebut untuk kemajuan Tangsel bersama,”pungkasnya.(*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!