Majelis Sahabat Siap Gelar Acara Padang Rem-Bulanan


Bangun Kembali Krisis Persabahatan

Diterbitkan  Jumat, 29 / 01 / 2016 17:54 - Berita Ini Sudah :  872 Dilihat

Majelis Sahabat Kota Tangerang

TANGERANG – Perilaku manusia modern sudah mengalami kriris dan perubahan besar. Budaya keguyuban misalnya sudah bergeser jauh ke arah individualistik. Karena itu, tradisi bersahabat dengan hati nurani perlu dihidupkan lagi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Demikian disampaikan Sumangku Getar, di sela-sela pertemuan anggota Majelis Sahabat Kota Tangerang, di Taman Hati di sekitaran halaman kantor Kecamatan Neglasari, Selasa (26/1) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Neglasari Ubaidilah Ansar, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Dinas Porbudparkreaf Rizal Rudolloh, Kabid Mutasi BKPP Felik Mulyawan, dan beberapa anggota majelis lainnya.

“Majelis ini mengusung arti persahabatan dengan sesama anggotanya dengan pendekatan iklas dan hati nurani,” ungkap Sumangku Getar, inisiator Majelis Sahabat , kepada Tangerang Pos/Tangsel Pos.

Sumangku menceritakan, awalnya Majelis Sahabat ini dibentuk melalui grup whatsapp dan BBM. Para anggota sering melakukan komunikasi dan menggulirkan berbagai pendapat melalui grup tersebut.

“Ada usul dari beberpa anggota grup agar anggota Majelis Sahabat ini melakukan pertemuan di darat, bukan di dunia maya saja. Ya, akhirnya terjadilah pertemuan ini,” ungkap Sumangku.

Tak Ada Politik

Menurutnya, Majelis Sahabat ingin menghidupkan arti persahabatan yang utuh dan tidak memiliki kepentingan politik apa pun. “Majelis ini murni ingin membangun persabahatan dengan hati nurani, karena persahabatan saat ini sudah mengalami kerusakan,” katanya.

Dia juga menegaskan, Majelis Sahabat adalah bagian dari unit Komunitas Kaum Pesisir Cisadane (KPC) Blosso Club. “Di majelis ini anggotanya dari berbagai elemen masyarakat Kota Tangerang,” akunya.

Ubaidilah Ansar mengatakan, persahabatan yang ada di Majelis Sahabat akan tetap eksis, berkelanjutan, dan bermanfaat buat masyarakat Kota Tangerang jika para anggotanya mengendepankan qolbu atau hati.

Namun persahabatan antarpersonal itu membutuhkan waktu, membutuhkan proses. “Sodorkan hati dalam mejelis ini. Hati dengan hati tak bisa dipisahkan, karena hati itu punya Tuhan,” katanya, filosofis.

Ubaidilah berpendapat, diantara anggota majelis ini ada pegawai negeri sipil (PNS). “Majelis ini harus bisa mewarnai birokrat yang sudah lama distigmakan apa-apa diakumulasi dengan uang,” ujarnya.

Felix Mulyawan menambahkan, pertemuan-pertemuan Majelis Sahabat hendaknya tidak difokuskan dalam satu titik seperti di Kecamatan Neglasari, namun perlu jika diperlebar ke lokasi-lokasi lain.

“Itu penting untuk mengakomodir anggota-anggota kita yang tersebar di kecamatan lain, seperti di Kecamatan Larangan,” ungkap Felik, yang sejak muda selalu aktif dalam kegiatan komunitas.

Dia juga menegaskan kehadirkan Majelis Sahabat ini harus memiliki manfaat untuk Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat Kota Tangerang, misalnya menyatukan masyarakat dalam bingkai persahabatan yang tulis yang disadari dengan hati dan keikhlasan .

Pada akhir acara ini diisi dengan pembacaan puisi bertajuk “Ijazah Pisau” oleh Budi Sabarudin. Selain itu juga digagas akan segera digelar acara “Padang Rem-Bulanan” yang mempertemukan sekitar 5000 warga dari berbagai elemen masyarakat Kota Tangerang.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!