Musda PAN Tangsel Berlangsung Deadlock

Diterbitkan  Senin, 29 / 02 / 2016 8:00 - Berita Ini Sudah :  1157 Dilihat

Musda PAN Tangsel Berlangsung Deadlock

SERPONG – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tangerang Selatan deadlock. Masing-masing calon ngotot untuk menjadi Ketua DPD PAN Tangsel, sehingga tidak selesai hanya dengan cara musyawarah.

Musda digelar di salah satu hotel kawasan Serpong, Sabtu (27/2) itu, dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Banten telah menurunkan empat nama yang masuk ke dalam bursa calon Ketua DPD PAN Tangsel.

Sesuai dengan aturan baru dari partai berlambang matahari itu, maka keempat nama dimnita musyawarah untuk menunjuk satu ketua terpilih. Namun dari musyawarah itu, keempat nama terlihat cukup ngotot untuk menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tangsel.

Diketahui, empat nama yang berhasil lolos verifikasi oleh tim seleksi DPW PAN Banten, yaitu Saeful Radian, Asropi Setiawan, Zulfahmi Harahap dan Nuryadin.

Dalam kegiatan Musda hadir pula Wakil Walikota Benyamin Davnie, dan beberapa pengurus partai politik (parpol) lain.
Ketua DPW PAN Banten, Masrori, mengatakan sebenarnya dari pihak Provinsi Banten sangat menginginkan semuanya diselesaikan dengan cara musyawarah tanpa harus deaclock.

“Tetapi kita tetap hormati hasil politik teman-teman di Tangsel. dan kalau sudah deadloc begini maka kami akan ambil kembali empat nama itu untuk kami pilih satu nama yang menjadi Ketua PAN Tangsel,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, DPW Banten memiliki batas waktu 14 hari kedepan untuk menentukan siapa yang akan diturunkan kembali satu nama yang akan menjadi Ketua PAN Tangsel.

“Kita akan verifikasi kembali selama 14 hari ke depan untuk mencari satu nama yang terbaik dari seluruh kader terbaik ini, yang akan memimpin PAN Tangsel ke depannya,” ujarnya.

Menurut Masrori, sistem musyawarah ini merupakan sistem baru di PAN, terutama dalam Musda dan Muswil. Sebelumnya dalam Musda dilakukan pemilihan untuk menentukan ketua baru.

“Karena ini sistem baru, dan menurut kami sistem ini sangat bagus. Karena dengan begini sangat mampu menekan praktik politik uang dalam pemilihan ketua,” unkapnya.

Sementara para calon tersebut, masih enggan berkomentar banyak mengenai dinamika politik internal PAN yang tidak mampu menempuh jalan musyawarah tersebut.

Asropi hanya menyerahkan seluruhnya kepada provinsi. “Kita serahkan sajalah ke DPW, kita hormati hasilnya nanti seperti apa. yang terpenting itu seluruhnya berjalan kondusif. Inikan hal biasa dalam dinamika politik,” ujarnya.(dra)

Komentar Anda

comments