2017, Sudah Dapat Bantuan dari Ahok


Pemprov Banten Coret Bantuan Tangsel

Diterbitkan  Senin, 29 / 02 / 2016 14:48 - Berita Ini Sudah :  1339 Dilihat

Pemprov Banten Coret Bantuan Tangsel

SERANG – Pemprov Banten tidak akan mengalokasikan bantuan keuangan ke Kabupaten/Kota Tangerang dan Tangerang Selatan pada APBD 2017. Alasannya, tiga daerah di Tangerang Raya sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur Banten Rano Karno dalam acara penyerahan usulan kegiatan bantuan keuangan Debotabekjur dari Pemprov DKI Jakarta, belum lama ini mengatakan, rencana pengalokasian bantuan keuangan dari Pemprov DKI ke Tangerang Raya mendorong Rano mempertimbangkan untuk tidak memberikan bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota Tangerang dan Tangsel pada 2017.

“Kalau dulu bantuan ini langsung diserahkan kepada kabupaten/kota oleh Pemprov DKI. Dan sekarang melalui BKSP, artinya saya bisa mengontrol. Paling tidak ke depan untuk bantuan keuangan kepada Tangerang bisa saya hilangkan atau paling tidak dikurangi,” kata Rano, yang juga Ketua Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur.

Ia menuturkan, bantuan dari Pemprov DKI selama ini dinilai cukup besar. Bantuan tersebut dalam rangka percepatan pembangunan di daerah penyangga.

Rano juga berharap kepada daerah yang menerima bantuan dapat memanfaatkan secara maksimal. “Usulan tahun 2017 ini tentunya akan dikoreksi oleh DKI,” ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama mengaku telah bertemu dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar membahas masalah yang dihadapi DKI dan kedua daerah tersebut.

Menurut informasi, usulan bantuan keuangan dari Tangerang Raya kepada Ahok mencapai Rp 4,409 triliun, yaitu Kota Tangerang Rp 2,589 triliun, Kota Tangsel Rp 1,942 triliun dan Kabupaten Tangerang Rp87,689 miliar.

Perinciannya, usulan Walikota Tangsel Airin Racmy Diani kepada Pemprov DKI Jakarta, yaitu pembangunan konstruksi Gedung Terminal Pondok Cabe Tahap II Rp 40 miliar, Terminal Bumi Serpong Damai dan Jasa Konsultan Pengawas Terminal BSD Rp 6 miliar, penyusunan dokumen FS dan DED Fly Over Depan Terminal Pondok Cabe Rp 1 miliar, penyediaan prasarana pendukung Tandon Ciater Hulu melalui pembangunan jalan Akses masuk Ciater Hulu Tahap I Rp 14 miliar, pembangunan jalan akses ke Terminal Pondok Cabe dari batas DKI Rp 1,668 triliun, dan pembangunan Jalan Kemiri Raya termasuk pembebasan lahan dan bangunan Rp 195,6 miliar.

Selain itu, pengadaan truck sweeper besar Rp 3,5 miliar, pengadan truck sweeper kecil Rp1,5 miliar, truck penyedot lumpur Rp 7 miliar, dan landfiil compactor atau refuse compactor Rp 5 miliar.

Usulan Kota Tangerang akan dialokasikan untuk pembangunan jalur elevated bus way Tendean-Ciledug-Porsplawad Rp 1,197 triliun, pembangunan Jalan Daan-Jembatan sejajar Rel KA Jakarta-Kota Tangerang Rp 789,169 miliar, pembangunan Jalan Sisi Selatan Mockervart Rp 56 miliar, pembangunan atau pelebaran Jalan dan Jembatan Joglo Raya DR Sutomo Rp 28 miliar, pembangunan Jalan Benteng Betawi Rp 320 miliar, pembangunan Jembatan Jalan KS Tubun-Jalan Lio Rp 56,7 miliar, normalisasi dan penataan Bantaran Situ Cipondoh Rp 97,129 miliar dan pembangunan trash rake dan penataan Bantaran Kali Mockervart Rp15 miliar.

Sementara Kabupaten Tangerang menyampaikan usualan normalisasi saluran air lemo Muara Teluknada Rp 1,2 miliar, lanjutan peningkatan Jalan Bolang-Kosambi Dalam Rp 1,418 miliar, lanjutan peningkatan Jalan Kosambi Asem-Jamblang Rp 4,096 miliar, penambahan ruang kelas SDN Kosambi I dan Kosambi II masing-masing Rp 1,5 miliar, lanjutan peningkatan jalan Teluk Naga-Tanjung Pasir Rp 15 miliar dan peningkatan Jalan Kampung Kali Jaya Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluk Naga Rp 16 miliar, pengadaan mobil truk tinja Rp 2,5 miliar.

Sekretaris BKSP Jabodetabekjur, Didi Sunardi mengaku, usulan dari sembilan daerah yang tergabung dalam BKSP termasuk Tangerang Raya akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik.(rus/aep/bnn)

Komentar Anda

comments