IKM Tangsel Wajib Buat Merek Sendiri

Diterbitkan  Selasa, 15 / 03 / 2016 8:00 - Berita Ini Sudah :  2267 Dilihat

IKM Tangsel Wajib Buat Merek Sendiri

SERPONG – Merek dagang menjadi wajah utama dalam dunia usaha dewasa ini, maka harus dilindungi. Pemerintah sendiri dengan tegas mengancam bagi siapa saja memperdagangkan merek orang lain yang sudah dipatenkan dengan ancaman kurungan penjara.

Kasubid Pelayanan Hukum dan Fasilitasi Komisi Banding Merek, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Adi Supanto menjelaskan, hak paten itu sangat dibutuhkan dewasa ini. Negara memberikan jaminan itu kepada masyarakat.

“Dalam Undang-Udang nomor 15 tahun 2001 Tentang Merek tercantum dalam pasal 90 dan 91 memproduksi merek sudah terdaftar kemudian sengaja ditiru, maka dilarang dengan ancaman kurungan lima tahun penjara,” katanya.

Pasal 94 bagi para pedagang menjual merek yang sudah dipatenkan, tanpa ada ijin dikenakan sanki tegas dengan ancaman kurungan selama 1 tahun. Maka seyogyanya pedagang jangan pernah menggunakan merek-merek yang sudah dipatenkan karena itu besar ancamanya.

“Untuk itu kami menyarankan untuk Industri Kecil Menengah di Tangsel carilah merek dagang yang digagas oleh sendiri. Jangan gunakan merek yang sudah beredar di pasaran,” tambahnya saat mengisi sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Resto Pondok Kemangi, Serpong.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maliki Kuswari mengatakan pentingnya melindungi IKM di Tangsel memperoleh hak paten. Hal ini untuk melindungi upaya hak mereka yang memasarkan merek dagangnya ke pasar.

“Kalau mereka belum mendaptkan hak paten maka mereka belum dapat dilindungi. Jika blum dipatekan maka semua bisa memilikinya atau punya umum. Tapi memang dalam mematenkan harus yang orisinil cetusan sendiri bukan punya orang lain,” papar Maliki.

Kabid Perindustrian, Disperindag Tangsel Ferry Payacun memastikan ada 100 IKM tahun ini didaftarkan mendapatkan HAKI pada tahun ini. Sejak tahun 2013 silam sampai tahun ini baru ada 80 IKM yang sudah dipatenkan.

“Program ini sudah berjalan masuk pada tahun ketiga. Namun memang kurang dari seratus IKM yang mendapatkan hak paten. Kenapa baru sedikit karena prosesnya sangat lama memakan waktu empat belas bulan sepuluh hari,” kata Ferry.

Ia menyarankan agar IKM Tangsel tidak gunakan merek dagang yang sudah dipatenkan karena itu ada acamanya. Lebih baik membuat merek dagang sederhana namun ciptaan sendiri dan itu yang akan berpotensi dapat diterima untuk dipatenkan.

“Kalau mereka serius kembangkan IKM, maka harus menggunakan merek yang belum ada dipasaran. Jangan gunakan merek yang sudah dikenal masyarakat luas, itu salah,” tambah Ferry.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!