Juweni


Ketua RT yang Jatuh Cinta pada Buku

Diterbitkan  Rabu, 13 / 04 / 2016 11:52 - Berita Ini Sudah :  2402 Dilihat

Ketua RT yang Jatuh Cinta pada Buku

Aktivitas Juweni tidak jauh-jauh dari urusan perpustakaan. Selain Juweni sebagai pegawai di Kantor di Perpustakaan Daerah (Perpusda), dia juga senang dengan namanya seluk beluk perbukuan.

Juweni dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan, seperti mengurus Lomba Bercerita tingkat SD sederajat yang digelar Perpusda. Selain itu aktif juga melakukan penyuluhan dan mempromosikan tentang Perpusda di lingkungan rumahnya sendiri.

Di rumahnya di Perumahan Puri Mekar, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Juweni juga mendirikan “Sudut Baca” atau semacam taman bacaan masyarakat (TBM) agar anak-anak dan masyarakatnya cinta buku, dan membudayakan membaca buku.

Selain itu juga turut mendorong berdirinya “Kampung Main” yang digagas pendongeng Odi Holidi, yang secara kebetulan tinggal di perumahan tersebut. Sudut Baca dan Kampung Main itu aktif menggelar berbagai kegiatan dan bahkan lomba untuk anak-anak.

Bagi Juweni mengurus dan menghidupkan soal-soal perbukuan atau keperpustakaan, termasuk berbagai kegiatannya di perumahannya itu bukan soal yang terlalu rumit, karena secara kebetulan juga Juweni sebagai Ketua Rukun Tetang (RT) di perumahannya.

“Saya memang Ketua RT di sana. Jadi kegiatan-kegiatan yang positif buat masyarakat sudah pasti saya dukung, termasuk kegiatan membangun Sudut Baca dan Kampung Main,” ungkap Juweni.

Menurut Juweni, kehadiran Sudut Baca bagi masyarakat sangat penting. Sudah banyak bukti kemajuan peradaban karena salah satu faktornya dibangun dengan buku-buku. Buku juga sebagai jendela dunia.

Maksudnya lanjut dia, dengan banyak membaca berbagai jenis buku, maka pembaca bisa “melihat” dunia mana pun. Selain itu juga buku bias menambahkan wawasan dan kecerdasan para pembacanya. Saking pentingnya buku manusia, sampai-sampai Juweni pun jatuh cinta sama buku.

Terkait dengan Kampung Main dijelaskan Juweni, juga saat ini sangat dibutuhkan. Apalagi sarana-sarana untuk bemain anak-anak saat ini sudah semakin langka karena adanya berbagai pembangunan.

“Kami di perumahan membangun Kampung Main bersama Pak Odi Holidi. Alhamdulillah banyak anak-anak yang antusias dating ke Kampung Main. Mereka senang dan bergembira bias main di sana,” paparnya.

Menurut dia, Kampung Main menyediakan berbagai permainan tradisi yang menyenangkan anak-anak. Selain itu selalu digelar berbagai macam lomba seperti mewarnai gambar, dan kegiatan positif lainnya untuk pembentukan, perkembangan, dan karakter anak-anak.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!