Dimyati Anggap Hanya Akal-akalan


Rano Unggul Berdasar Survei Indo Barometer

Diterbitkan  Kamis, 02 / 06 / 2016 9:00 - Berita Ini Sudah :  128207 Dilihat

Rano Karno.(DOK)

Rano Karno.(DOK)

SERANG – Bakal calon Gubernur Banten Rano Karno unggul dibanding nama-nama lainnya yang akan meramaikan bursa Pemilihan Gubernur Banten di 2017 mendatang. Hal itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan Indo Barometer.

Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto menjelaskan, survey tersebut melibatkan sebanyak sebanyak 800 responden dari delapan kabupaten dan Kota di Banten pada 07-12 April 2016.

Metode yang digunakan yakni penarikan sampel menggunakan multistage random sampling yang memiliki margin eror plus minus 3,8 persen pada tingkat kepercayaan masyarakat 95 persen. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

“Tingkat kepuasan memimpin untuk Rano Karno 49,7 persen. Ketidak sukaan 40,25 persen. Sebanyak 46,7 persen menginginkan Rano Karno kembali menjabat,” kata Hadi, Rabu (01/06).

Hasil tersebut, kata dia, menyatakan bahwa Rano Karno memiliki elektabilitas mencapai 34,5 persen lalu disusul dengan Wahidin Halim 18,9 persen, Andhika Hazrumy 4,4 persen, Achmad Dimyati Natakusumah 3,5 persen, Mulyadi Jayabaya 1,4 persen, Tantowi Yahya 1,3 persen, Taufiqurrahman Ruki 0,6 persen, Anton Apriyanto 0,1 persen, belum memutuskan sebanyak 26,0 persen dan yang tidak tahu 8,5 persen.

“Kalau incumbent bisa menaikkan sampai 75 persen, itu bisa memiliki potensi kemenangan,” terangnya.

Pemaparan hasil survei Indobarometer yang bekerjasama dengan Laboratorium Ilmu Pemerintahan Untirta Banten ini pun menerangkan bahwa Andhika Hazrumy dikenal sebanyak 45 persen sebagai anak Ratu Atut Chosiyah, sedangkan Rano Karno dikenal sebagai Gubernur Banten oleh 61,3 persen dan Wahidin Halim dikenal sebagai mantan Walikota Tangerang oleh 50,2 persen.

Menurutnya, survei itu pun menerangkan bahwa Andhika Hazrumy masih diminati oleh masyarakat Banten untuk memimpin, karena berhasil mengumpulkan nilai 65,2 persen, lalu di saingi oleh Dessy Ratnasari 72,0 persen, Wahidin Halim 85,5 persen dan Rano Karno 90,2 persen.

Sedangkan pengenalan masyarakat terhadap Rano Karno dalam Pilgub Banten mencapai 99,9 persen, disusul oleh Dessy Ratnasari 81,8 persen, Wahidin Halim 57,0 persen, Andhika Hazrumy dikenal sebanyak 47,8 persen, dan Mulyadi Jayabaya dikenal sebanyak 29,3 persen.

“Jika nanti parpol tidak tepat memilih pasangan calonnya dan kalah, maka itu realitas politik yang harus diterima,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno saat dimintai tanggapannya terkait dengan survei Indo Barometer enggan berkomentar banyak. “Saya belum tahu, kita kerja aja,” ujarnya.

Terpisah, Dimyati Natakusumah mengaku hasil survei yang dirilis oleh Indo Barometer adalah kurang mendidik. Pasalnya, harusnya survei dilakukan pada hari yang tidak terlalu lama.

“Itu survei lama, dan hanya akal-akalan saja. Kalau mau fair, Indo Barometer sampaikan hasil survei yang akhir Mei ini, bukan yang bulan Maret atau April. Kalau posisi Mei memang saya berada diperingkat empat, tetapi setelah Dulur Dimyati terbentuk pada pertengahan April, survei saya naik langsung ketiga di akhir April, di pertengahan Mei peringkat dua dan sekarang posisi pertama dengan. Nilai 43 persen,” jelasnya.

Tak hanya hasil survei dirinya yang dinilai tak masuk akal. Menurutnya, nilai dari mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya (JB) juga pada posisi ketiga bukan kelima seperti hasil survei Indo Barometer dengan nilai 9 persen. “Pak JB itu itu survei oleh Dulur Dimyati dibawah 10 persen, dan sudah masuk tiga besar,” jelasnya.(rus/bnn/yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!