Ali Taher Kunjungi Ratusan Konsituen

Diterbitkan  Senin, 13 / 06 / 2016 7:18 - Berita Ini Sudah :  126566 Dilihat

Anggota DPR RI HM Ali Taher sedang memberikan sambutan di depan konstituen.(IRMA PERMATA/TANGSEL POS)

Anggota DPR RI HM Ali Taher sedang memberikan sambutan di depan konstituen.(IRMA PERMATA/TANGSEL POS)

SETU – Anggota DPR RI HM Ali Taher kembali mengunjungi ratusan konstituennya. Kali ini di Pondok Pesantren Al Amanah Al Bantani, Jalan AMD Babakan Pocis, Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangsel.

Kunjungan pada Jumat (10/6) lalu yang dikemas dalam acara Sosialisasi Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III itu, di dalamnya disosialisaikan pula tentang empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Seperti biasa, kedatangan Ali Taher yang juga Ketua Komisi 8 ini, disambut hangat ratusan konstituen yang telah memilih dan mengantarkannya ke kursi DPR RI dalam Pemilu Legislatif (Pileg) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini menerangkan tentang empat pilar kebangsaan secara fasih. Menurutnya, bangsa ini harus berterima kasih kepada Ir Soekarno dan kawan-kawan yang telah melahirkan Pancasila.

“Dengan Pancasila, Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa, puluhan ribu pulau, berbeda-beda agama, ternyata bisa disatukan dengan Pancasila,” ungkapnya.

Ali Taher yang juga sebagai Sekretaris Fraksi PAN MPR RI ini, menerangkan secara rinci tentang nilai dari sila-sila dalam Pancasila tersebut. Salah satunya tentang Persatuan Indonesia yang harus diimplementasikan dalam kehidupan gotong royong.

Demikian juga sila yang pertama yakni Ketuhan Yang Maha Esa, menurut Ali Taher, sudah mewakil seluruh masyarakat yang pada kenyataannya berbeda-beda dalam keyakinan beragama.

Selain itu, Ali Taher juga menerangkan tentang UUD 45. Menurutnya UUD 45 itu sebagai hukum tertulis yang di dalamnya mengatur tentang kedudukan lembaga-lembaga negara.

Tidak kalah pentingnya menurut Ali Taher, seluruh elemen bangsa harus mempertahankan NKRI dan hidup dalam keberagaman yang tentu saja harus dibingkai dengan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah konstituan juga memberi masukan kepada Ali Taher. Salah satunya tentang fenomena kejahatan seksual yang harus ditangani Pemerintah secara serius dan pelakuknya dihukum secara maksimal.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!