Beli Sembako Rp 35 Ribu Untuk Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan


Ribuan Tukang Ojek Daftar BPJS

Diterbitkan  Jumat, 01 / 07 / 2016 7:00 - Berita Ini Sudah :  1445 Dilihat

Sejumlah tukang ojek sedang daftar BPJS Ketenagakerjaan di Perumahan Islamic, Karawaci, kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.(BUDI SABARUDIN/TANGSEL POS)

Sejumlah tukang ojek sedang daftar BPJS Ketenagakerjaan di Perumahan Islamic, Karawaci, kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.(BUDI SABARUDIN/TANGSEL POS)

KELAPA DUA – Ribuan pekerja sektor informal mendaftarkan diri menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Mereka difasilitasi secara unik oleh anggota DPR RI Irgan Chairul Mahfidz, yakni melalui kegiatan Pasar Murah Ramadan.

“Ada sekitar 2.000 pekerja sektor informal, yakni tukang ojeg, penjaga keamanan, dan tukang sampah, yang hari ini kita fasilitasi daftar menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan,” ungkap Irgan di sela-sela kegiatan tersebut, di kediaman di Perumahan Islamic, Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/6).

Menurut Irgan, panitia menyediakan paket sembako senilai Rp 100 ribu. Namun para pekerja sektor informal itu cukup menebusnya dengan uang Rp 35 ribu. Namun uang tersebut bukan untuk kepentingan panitia, melainkan untuk membayar kewajiban BPJS Ketenagakerjaan mereka.

“Uang sebesar Rp 35 ribu itu bukan untuk saya atau untuk kepentingan panitia, akan tetapi untuk membayar kewajiban BPJS Ketenagakerjaan mereka selama dua bulan. Ujung-ujungnya paket sembako itu ya gratis-gratis juga dan menguntungkan mereka,” ujarnya.

Menurut politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pekerja sektor informal itu cukup membayar iuran wajib sebesar Rp 16.800 per bulan. “Setelah mereka membayar kewajiban untuk dua bulan, saya harap ke depannya bisa dilanjutkan terus oleh mereka karena iurannya murah sekali,” papar Irgan yang juga pembina komunitas tukang ojek.

Irgan beralasan, mengapa dirinya mau memfasilitasi pekerja sektor informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena mereka adalah kelompok-kelompok kerja yang sangat rentan karena betul-betul tidak memiliki proteksi, perlindungan atau jaminan pekerjaan.

“Kalau mereka sakit atau meninggal pada saat bekerja, risiko-risiko itu harus dijamin oleh mereka sendiri. Tukang ojeg misalnya, mereka harus meggaji sendiri, tidak memiliki majikan, dan kalau ada apa-apa dengan dirinya ditanggung oleh dirinya sendiri,” paparnya.

Namun lanjut Irgan, jika mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka para pekerja sektor informasl itu akan mendapat jaminan atau perlindungan dari BPJS. Selain itu juga dalam kapasitas dirinya sebagai wakil rakyat yang bermitra dengan BPJS, memiliki kewajiban mensosialisasikan kepada para pekerja sektor informal agar mereka merasakan manfaatnya dari BPJS.

“BPJS itu harus terus disosialisasikan terus kepada masyarakat, termasuk para pekerja sektor informal dan masyarakat kecil lainnya, agar mereka mengetahui secara detil dan paham tentang BPJS, termasuk manfaatnya bagi kehidupan mereka,” paparnya.

Di tempat yang sama Kepala BPJS Tangerang, Irwan Ibrahim mengatakan selama ini masyarakat umum, termasuk para pekerja sektor informasl, lebih mengenal BPJS Kesehatan saja, padahal sesungguhnya ada yang namanya BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami bekerjasama dengan Pak Irgan dan BIDASEB untuk mengajak para pekerja sektor informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan cara membeli sembako di Pasar Murah Ramadan ini seharga Rp 35 ribu dan menyerahkan foto copy KTP. Uang itu kemudian dijadikan sebagai pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Menurut Irwan, jika mereka sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka akan mendapat perlindungan dari BPJS. “Kalau mereka sakit, maka seluruh biaya dari awal sampai selesai ditanggung BPJS. Jika mereka meninggal dunia maka ahli warisnya akan mendapat asuransi Rp 24 juta,” ungkapnya.

Irwan menegaskan, klaim jaminan dari BPJS baik itu biaya berobat karena sakit atau meninggal, tidak akan sulit. “BPJS itu program pemerintah, kami diwasi wakil rakyat dan klaim itu tidak akan sulit sehingga hak-hak mereka dari BPJS akan terpenuhi,” paparnya.

Irwan juga mengatakan setelah para pekerja itu membayar BPJS Ketenagakerjaan selama dua bulan, maka untuk selanjutnya mereka bisa membayar di kantor BPJS, di bank-bank yang sudah bekerjasama dengan BPJS, atau di Indomart. “Cara membayar kewajiban itu mudah, tidak akan menyulitkan mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Irwan juga mengungkapkan, BPJS selain memiliki pogram kesehatan dan ketenagakerjaan, juga memiliki program tabungan hari tua yang iuranngya sebesar Rp 20 ribu per bulan. “Kalau mereka mau menambah program tabungan hari tua juga bisa, silahkan,” paparnya.(bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!