Satu Senyum Sejuta Rindu dari Yayasan Sayap Ibu

Diterbitkan  Rabu, 03 / 08 / 2016 12:32 - Berita Ini Sudah :  772 Dilihat

Ilustrasi (NET)

Ilustrasi (NET)

 

SERPONG-Pernahkah Anda bayangkan, seorang anak yang menderita penyakit serius bisa sampai berbulan-bulan terbaring di rumah sakit. Untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya lemah, jangankan memikirkan membelikan mainan untuk anaknya. Untuk makan dan keperluan sehari-hari saja mereka harus memutar kepala supaya uang yang mereka punya bisa menutupi semua kebutuhan.

Nah, sebagai sebuah lembaga yang sangat concern terhadap anak-anak dalam kondisi tertentu, khususnya anak dengan disabilitas, Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten secara rutin selalu merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli.

Tahun ini, Yayasan Sayap Ibu merayakan HAN di RSUP Fatmawati, dengan target anak mendapat hadiah 130 anak dan di RSUD Tangerang Selatan sebanyak 70 anak.

”Setiap hadiah yang diterima anak akan memberikan rasa bahagia, yang mungkin bahkan akan memberikan semangat dan harapan besar bahwa ia akan kembali sehat. Merasa bahwa ia dihargai dan diingat, akan menumbuhkan rasa cinta dan spirit hebat, karena ada seseorang yang memperhatikannya,” ungkap Renowati Hardjosubroto, Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten.

Lanjut Renowati, perasaan bahagia akan menumbuhkan semangat, bahwa ia harus sembuh. Sementara saat anak merasa tidak ada yang memperhatikan dan mengharapkan kesembuhannya, maka rasa kesepian dan merasa tak diperlukan malah akan membuat mereka semakin sakit dan menambah parah penyakit yang mereka derita.

”Sebuah hadiah merupakan wujud dari rasa empati kita yang menginginkan mereka segera sehat, pulih seperti seperti sediakala. Semangat yang tumbuh akan menumbuhkan rasa optimis dan tidak lagi memikirkan penyakit, yang ia derita sehingga meningkatkan rasa percaya diri,” sambungnya.

Masih menurut Renowati, anak-anak yang sakit membutuhkan perhatian khusus. Hal ini, sambungnya lagi, sangat tergantung pada keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar mereka.

“Ketika anak yang sakit dijenguk, diajak sedikit berbincang, maka sesungguhnya itu akan sangat membantu membangkitkan kembali semangat dan menghilangkan rasa minder atau pikiran jelek dan pesimis yang menghantui mereka,” pungkasnya.(rls)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!