Persaingan Mobil Bekas dengan Mobil LCGC Terbaru

Diterbitkan  Kamis, 25 / 08 / 2016 19:55 - Berita Ini Sudah :  949 Dilihat

Persaingan Mobil Bekas dengan Mobil LCGC Terbaru

Banyaknya keluaran mobil baru di harga Rp 100 jutaan yang ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada bulan April 2016 penjualan mobil di kelas low cost green car (LCGC) mengalami sedikit kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Tercatat pada bulan keempat tersebut total mobil murah yang terjual mencapai 13.959 unit atau mengalami kenaikan sekitar 6,2 persen dari bulan sebelumnya yang meraih 13.141 unit. Sedangkan jika ditotal selama empat bulan awal di tahun 2016 mobil LCGC yang sudah terjual tembus 55.260 unit atau naik 2,7 persen ketimbang periode sama pada tahun lalu yang meraih 53.725 unit.

Di bulan April tersebut total mobil murah yang terjual mencapai 13.959 unit atau mengalami kenaikan sekitar 6,2 persen dari bulan sebelumnya yang meraih 13.141 unit. Selama empat bulan awal di tahun 2016 mobil LCGC yang sudah terjual tembus 55.260 unit atau naik 2,7 persen ketimbang periode sama tahun lalu yang meraih 53.725 unit.

Lalu bagaimana nasib pasar mobil bekas? Head of Marketing and Public Relation situs www.carmudi.co.id, Chandra Sidik, mengungkapkan, pasar mobil bekas juga masih diminati oleh masyarakat. Mobil bekas menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mempunyai mobil namun dengan anggaran yang minim.

“Bagi kalangan entry level akan membeli mobil bekas dulu, jadi tidak semua orang bisa membeli mobil baru, sehingga mobil second menjadi pilihan mereka,” ujarnya.

Walaupun secara persentasi penjualan mobil bekas, belum bisa di detect. Karena memang belum ada data resmi dari lembaga terkait, tapi menurutnya secara garis besarnya angkanya mencapai 70%. Saat ini mobil bekas paling diminati model MPV seperti Toyota Avanza dan Honda Mobilio.

“Kalau mobil baru tipe LCGC memang harganya cukup menarik, tetapi tetap ketika mereka membeli mobil itu, ada masanya mereka menjual lagi dan mengganti dengan mobil yang lain, jadi pilihannya ke bekas juga,” ujarnya.

Adapun cara yang dilakukan Carmudi Indonesia memasarkan mobil bekasnya, tidak hanya melakukan marketing online namun kini sudah ada offlinenya yakni bursa mobilnya bernamakan Car Centro (Carmudi Central Otomotif) . Car Centro ini merupakan pilot project yang dilakukan di Semarang. Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 25 dealer mobil bekas yang tergabung dengannya. Penjualannya, dalam sebulan ditargetkan 50 unit mobil terjual, tapi belum tepat sebulan penjualan mobil di Car Centro sudah mencapai 41 unit. Hal ini dikarenakan adanya integrated marketing strategi, sehingga pengiklanan tidak hanya dilakukan secara online namun juga secara offline seperti memasang biilboard, melalui radio dan lainnya.

“Hingga saat ini kami lebih banyak partner dengan dealer dibanding perseorang, jumlah dealer yang bekerjasama dengan kami saat ini sekitar 4000 dealer. Untuk pengunjung situs perbulan mencapai hingga 40 ribu pengungjung. Untuk penjualan kami tidak bisa mendeteksi, karena untuk dealnya dilakukan langsung oleh penjual dan pembeli,” paparnya.(rls)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!