Perseteruan Haris Azhar vs Polisi Dibahas di UBL

Diterbitkan  Selasa, 20 / 09 / 2016 0:32 - Berita Ini Sudah :  761 Dilihat

TANGSEL POS

TANGSEL POS

JAKARTA –“Perseteruan” Ketua Kontras Haris Azhar dan pihak kepolisian masih menjadi topik hangat dibicarakan. Dari segi jurnalistik, perseteruan ini menjadi sumber berita paling disenangi pekerja media.

Testimoni gembong narkoba, Freddy Budiman (alm) yang akhirnya diekspos Ketua Kontras Haris Azhar mengundang minat pihak Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta mengadakan acara seminar nasional.

Kegiatan itu menghadirkan tiga tokoh ternama, yakni Pakar Komunikasi, Prof Dr Tjipta Lesmana, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Drs Margiono.

Ketua PWI, Margiono yang berkesempatan menyampaikan ”Beberapa Elemen Penting dan Tidak Bisa Diabaikan Dalam Wawancara Pers”, mengatakan, penyebarluasan percakapan Haris dengan Freddy sangat tidak jurnalistik, karena tidak ada fakta kuat dan tidak layak dipublikasikan.

Menurutnya, hiruk pikuk masalah ini, meski penyampaian Haris tidak masuk dalam unsur jurnalistik, akan tetapi menjadi makanan untuk jurnalis.

Prof Tjipta selaku pakar komunikasi, menilai terdapat dua poin dalam kasus Haris Azhar dan Polri. Pertama tentang Haris Azhar, menggunakan perspektif dengan lensa kritik karena merasa tidak puas dengan aparat mengenai penanganan markoba.

Sementara polisi yang menggunakan persepektif hukum dengan lensa KUHP, menganggap Haris sudah melakukan pencemaran nama baik Kepolisian Indonesia.

Ketua Dewan Pers justru mengatakan sebelum eksekusi dan sesudahnya, kasus Freddy Budiman sudah heboh, dan sangat luar biasa dikalangan masyarakat. Karena, penyebaran percakapan Haris dengan Freddy.

Ketua Panitia, Dr. Afrina Sari, MSc menjelaskan tentang ketertarikan kampus menyelenggarakan kasus ini menjadi seminar dilihat dari sisi komunikasi.

“Universitas Budi Luhur sebagai kampus yang peduli dengan permasalahan bangsa, masalah ekonomi sosial dan budaya, perlu mendukung kegiatan ini (seminar, red) secara akademik. Dan berdasarkan ilmu komunikasi, kami melihat bahwa permasalahan perseteruan Polri dan Haris Azhar merupakan persoalan komunikasi,” jelas Afrina.(lan)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!