2 Jempol Rumiah Sukses Bikin Pegulat Rebut Emas


Baten Pecahkan Rekor PON Sumsel

Diterbitkan  Senin, 26 / 09 / 2016 9:15 - Berita Ini Sudah :  935 Dilihat

JUMPING. Joki Banten, Kurniadi Mustopa dari nomer jumping perorangan sukses mempersembahkian emas di PON XIX Jbar, kemarin.

JUMPING. Joki Banten, Kurniadi Mustopa dari nomer jumping perorangan sukses mempersembahkan emas di PON XIX Jabar, kemarin.

BANDNG–Kontingen Banten sukses memecahkan raihan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Sumatera Selatan 2004 silam, saat berlaga di Jawa Barat. Kepastian itu didapat usai para atlet sukses mengoleksi sembilan emas, delapan perak, dan 19 perunggu pada hari kesembilan PON XIX Jabar, Minggu (25/9).

Dari data yang berhasil dihimpun Tangsel Pos, kemarin, Banten mampu menambah tiga emas, dua perak dan lima perunggu. Tambahan tiga emas diraih dari cabang olahraga (cabor) gulat, berkuda, dan gantole.

Dari cabor gulat, medali emas dipersembahkan Desi Sinta yang turun di kelas 69 kilogram gaya bebas setelah di partai final membungkam pegulat tuan rumah Kharisma Tantri dengan skor 6-3 pada laga yang dilangsungkan di GOR Saparua, Kota Bandung, Jabar, Minggu (25/9) malam.

Dari cabor gantole, medali emas didapat dari nomor ketepatan mendarat (KTM) beregu kategori B yang diraih Ening Kurnia dan Agung Permana. Sedangkan dari berkuda, emas disumbang joki Kurniadi Mustopa dari nomor jumping perorangan.

Dengan raihan medali tersebut, Banten telah melampaui target di PON XVI Sumatera Selatan. Bahkan, mereka berpeluang untuk mengukir sejarah baru, karena masih banyak atlet Banten yang berlaga hari ini.

Menanggapi hasil tersebut, Ening Kurnia menyampaikan, medali ini tidak mudah begitu saja untuk direbut. Dimana, cuaca tidak terlalu bersahabat dengan mereka saat bertanding.

“Tapi, kami bisa buktikan bahwa kami pilot yang andal. Kami mampu menyelesaikan pertandingan dengan maksimal,” papar Ening.

Ia pun merasa sangat gembira saat ini. Soalnya, ini medali emas pertama dirinya di ajang PON. “Syukur Alhamdulillah saya bisa meraihnya,” papar Ening.

Ening mampu memenuhi target yang diharapkan KONI Banten. “Kami mampu mempersembahkan keping emas untuk daerah yang kami cintai. Sesuai target lagi,” ucapnya.

Sedangkan, atlet gulat Banten, Desi Shinta mengaku kemenangan ini berkat doa masyarakat Banten. “Saya hanya berusaha yang terbaik di matras, hasilnya Allah yang menentukan. Tentunya hasil yang diberikan Allah ini berkat doa masyarakat Banten,” kata Desi dengan mata berkaca-kaca di GOR Saparua, Kota Bandung, Jabar, Minggu (25/9) malam.

Desi mengungkapkan sebelum laga berlangsung sempat mengalami ketegangan lantaran teriakan dukungan ratusan supporter tuan rumah. Tapi, saat dirinya menoleh ke sisi kanan tribun, dirinya melihat ada Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo.

“Beliau (Rumiah Kartoredjo,red) mengacungkan dua jempol ke arah saya. Saya hanya mengangguk. Dari situ saya membisikkan sendiri dalam hati, anggap gak ada penonton. Hiraukan suara yang ramai itu. Alhamdulillah cara itu berhasil membuat saya tenang,” ceritanya.

Akan tetapi, lanjutnya, di tengah permainan berlangsung ia sempat putus asa lantaran ketinggalan poin dan kena teguran dua kali dari wasit. “Sempat ngedrop saya. Namun, saya langsung ingat dengan orang tua di rumah. Semangat saya langsung tumbuh lagi,” tambahnya

Sementara, Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo mengungkapkan, apa yang dicapai para atlet Banten saat ini adalah perjuangan yang tak kenal lelah.

“Saya bangga sekali. Apalagi, kami mampu mematahkan rekor medali emas PON XVI di Sumatera Selatan dan saat ini berkesempatan mencetak sejarah baru,” tutur Rumiah.

Ia pun meminta kepada seluruh patriot olahraga Banten yang masih berlaga, terus berjuang dengan semangat. “Buktikan Banten bisa cemerlang di tanah legenda,” pungkasnya.(ava)

Komentar Anda

comments