Bangun Pelabuhan Warnasari


Pemkot Belajar ke Terminal Teluk Lamong

Diterbitkan  Selasa, 27 / 09 / 2016 12:00 - Berita Ini Sudah :  505 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

CILEGON – Untuk mendapatkan wawasan terkait pembangunan pelabuhan, Pemkot Cilegon dan direksi PT PCM mendatangi salah satu pelabuhan di Kota Sutabaya, Terminal Teluk Lamong.

Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengatakan, kedatangan pihaknya ke terminal yang dikelola oleh PT Pelindo III di Kota Surabaya itu guna mendapatkan gambaran tentang kondisi dan aktivitas pelabuhan yang akan dijadikan acuan dalam rencana membangun Pelabuhan Warnasari di Cilegon.

Gambaran tentang terminal itupun, kata Iman, melihat prospektif bisnis yang dikelola termasuk peluang pasar yang ada.

“Itu baru lihat-lihat saja, nanti kalau selesai baru diekspos secara khusus. Itu kan baru cek lokasi saja, disana kita lihat cek apa sih Terminal Lamong itu. Itu kan (dikelola) Pelindo, ada investasi swasta di situ juga, ada juga yang curah kering kita cek seperti apa. Dijadikan gambaran lah buat pemerintah daerah,” tuturnya, Senin (26/9).

Tidak hanya tentang peluang pasar bisnis pelabuhan, namun kata Iman, pihaknya juga melihat tentang penyediaan fasilitas yang ada di terminal itu. Termasuk sistem pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

“Soal pelabuhan itu yang melakukan aktivitas dalam satu atap, melibatkan bea cukai dan sebagainya. Kalau soal ini, namanya terminal, terminal umum,” terangnya.

Terkait progress kemajuan langkah-langkah pembangunan Pelabuhan Warnasari yang dilakukan saat ini, kata Iman, hal itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab PT PCM termasuk tentang lobi-lobi mendatangkan investor yang akan membangun Pelabuhan Warnasari.

Pihaknya berkomitmen tidak ada upaya invervensi dari pemerintah daerah dalam mempengaruhi kinerja PCM dalam membangun Pelabuhan Warnasari.

“Soal siapa investornya, diserahkan kepada BUMD. BUMD kan itu sudah berpikir ke kerangka bisnis, visinya seperti apa, sepenuhnya pemerintah daerah tidak mengintervensi ke BUMD. Direktur sekarang itu kan mantan Dirut KBS.

Mereka lebih tahu, pengetahuan kepelabuhanan dibandingkan misalkan dengan saya secara pribadi, mereka lebih tahu. Jadi tidak usah di cawe-cawe atau diintervensi. Apa yang diputuskan BUMD, pemerinntah setuju saja sepanjang profesional.

Substansi pemerintah kan, pelabuhan ini jalan, mendatangkan PAD dan mendatangkan kesejahteraan masyarakat. Itu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah membenarkan bila pihaknya bersama Pemkot menyambangi Terminal Teluk Lamong untuk mendapatkan gambaran tentang sistem operasi pada terminal yang ada di Surabaya itu. Dari letak geografis yang ada bila dibandingkan dengan lahan warnasari, Pelabuhan Warnasari lebih diuntungkan.

“Kita melihat terminal itu secara keseluruhan, termasuk konsep pelabuhan disana. Seperti kalau dilihat konsep pelabuhannya sudahrobotic, digerakkan diruang control,” Tuturnya.

Akmal membeberkan, dibandingkan dengan konsep dan geografis, Pelabuhan Warnasari sangat diuntungkan dari berbagai hal. Salah satunya, rencana dalam membangun pelabuhan yang akan menyesuaikan cuaca (weaher Port). Konsep pembangunan Pelabuhan Warnasari menjadi satu penawaran konsep yang berbeda dengan pelabuhan lain di Indonesia.

“Kalau di Lamongan itu belum ada weather port nya, cuman lamongan sudahrobotic. Kalau dibanding dengan konsep kita, weather port belum ada, disana kedalamanya 14 meter, sementara di cilegon kedalamannya 16 meter.

Kemudian jetty disana juga jauh, harus 2,5 kilometer ke laut. Kalau Warnasari, dekat dengan pinggir pantai. Artinya, Warnasari sangat diuntungkan dan kita ibaratkan seperti puteri cantik yang diprebutkan,” tuturnya. (NAL/ZAL)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!