5.000 Santri Rawalini Pawai Obor

Diterbitkan  Selasa, 25 / 10 / 2016 10:56 - Berita Ini Sudah :  935 Dilihat

RIBUAN. Sekitar 5.000 santri dan pemuda pawai obor di Kampung Rawalini, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tanegrang, Sabtu (22/10) malam. Pawai tersebut merayakan Hari Santri Nasional.

RIBUAN. Sekitar 5.000 santri dan pemuda pawai obor di Kampung Rawalini, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tanegrang, Sabtu (22/10) malam. Pawai tersebut merayakan Hari Santri Nasional.

TELUKNAGA — Sekitar 5.000 santri dan pemuda dari Karang Taruna Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, rama-ramai turun ke jalan, Sabtu (22/10) malam pukul 20.00 Wib, merayakan Hari Santri Nasional.

Pawai sempat terkendala karena wilayah Teluknaha sempat diguyur hujan deras. Namun para santri dan pemuda yang didamping para kiai setempat tetap menggelar pawai obor dengan penuh semangat dan antusias.

“Kegiatan ini untuk menyambut Hari Santri Nasional (HSN). Kami dari Pondok Pesantren Al Hasaniyah Rawalini, Teluknaga, ikut berpartisipasi,” kata Kiai Mahrusillah, salah guru di Ponpes Al Hasaniyah di sela-sela pawai obor.

“Itu digelorakan, meski banyak santri meregang nyawa, namun itu demi satu mimpi Indonesia bebas dari penjajah. Maka, sudah sepantasnya kami menghargai jasa para syuhada dengan menggelorakan syiar santri dan pesantren kepada masyarakat dan umat,” ujarnya melalui siaran pers.

Ia berharap, dengan momentum Hari Santri Nasional ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, memberikan perhatian penuh kepada program-program pembangunan kepada santri dan pesantren.

“Kami pemuda Karang Taruna akan mendorong santri mendapat bantuan operasional dari Pemkab. Dengan begitu, wujud kepedulian Bupati terhadap santri dan pesantren terlihat lebih nyata,” tambahnya.

Ketua Panitia HSN Bripka Suhendra yang juga sebagai anggota Buser Kepolisian Teluknaga menjelaskan kegiatan ini dihelat dalam beberapa kegiatan, yaitu pawai obor, pagelaran seni islami, seperti pembacaan puisi-puisi ilsmai karya para santri”, deklarasi Indonesia bebas radikalisme ideologi, dan nonton bareng film Sang Kiai.

“Kegiatan ini diikuti oleh para santri, remaja masjid, remaja Karang Taruna, staf desa, dan perwakilan masyarakat se-Kecamatan Teluknaga. Diperkirakan 5000 peserta turut memeriahkan kegiatan HSN ini”. Ujarnya.

Salah satu Dewan Kiai Pesantren Rawalini Al Hasaniyah KH M Mahrusillah mengapresiasi kepada pemuda Karang Taruna Teluknaga yang peduli terhadap kaum sarungan dengan menginisiasi kegiatan ini.

“Hujan ini tidak pernah menurunkan semangat kami bersama para santri menyambut HSN. Dahulu, santri rela berjuang meregang nyawa untuk bangsa ini. Kami berharap kegiatan ini menjadi program rutin progran Karang Taruna, dan bisa dihelat lebih meriah lagi. Kita syiarkan pesan kepada generasi muda untuk mondok dan mondok, karena hanya pesantren yang terbukti dan konsisten membina moralitas umat. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Muspika Kecamatan Teluknaga, para kiai dan anak anak muda untuk mensukseskan kegiatan ini,” katanya,

Acara dihadiri Dewan Kiai Pesantren Rawalini di antaranya KH M. Mansur Hasan, KH A. Awza’i, KH M. Busthomi, KH Mahdi Harits, KH Abdul Hakim, dan sejumlah kiai lainnya. Hadir pula anggota DPRD Fraksi PKB Kabupaten Tangerang HA Baidowi, Camat Teluknaga Supriyadi bersama staf dan pegawai Teluknaga.

STISNU Debus

HSN juga dirayakan puluhan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, di halaman kampus, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, dengan menggelar upacara bendera.

KH Arif Hidayat berindak sebagai Inspektur Upacara yang juga sebagai Katib Syuriah Nahdlatul Ulama Kota Tangerang mengingatkan tentang pentingnya resolusi jihad NU 22 Oktober 1945.

Menurutnya, para santri di zaman Hadrotussyaikh rela mengorbakan jiwa dan raga untuk bangsa ini. Karena itu, sudah menjadi kewajiban semua sebagai generasi pesantren mempertahan sejarah yang sudah ditorehkan bangsa ini.

“Mahasiswa NU wajib menjadi garda terdepan mengawal Pancasila dan NKRI harga mati,” ujarnya.

Muhayar, Pembina Debus STISNU Nusantara menjelaskan kenapa HSN diramaukan dengan seni debus? Tentu tjuannya agar mahasiswa Nahdlatul Ulama tidak pernah gentar menyuarakan Indonesia bebas Khilafah Islamiyah dan radikalisme.

“Mahasiswa-mahasiswi STISNU sudah siap lahir bathin melawan radikalisme. Indonesia bebas ideologi radikal,” tandasnya.

H Muhamad Qustulani, Wakil Ketua STISNU, mengatakan Pemerintah harus peka dan harus memperhatikan para santri. Perhatian Pemerintah tidak cukup dengan ditetapkan sebagai HSN, namun harus lebih dari itu.

“Semangat kaum sarungan harus diapresiasi dengan program Pemerintah Pusat atau Daerah yang mendukung dan meningkatkan sumberdaya para santri. Seperti bantuan operasional santri, tunjangan untuk guru para santri, beasiswa santri dalam keluar negeri, dan lain lain,” harapannya

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Bahruddin, Nurullah, MM, Ibnu Jandi LSM Lentera, Dasep Sediana dan para dosen serta seluruh mahasiswa. Acara apel juga diikutii oleh banser NU Kota Tangerang.

GP Ansor Rajeg

HSN yang ditetapkan Presiden Jokowi pada 22 Oktober 2016 ini, juga dirayakan Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Rajeg, Jumat (21/10) sekitar pukul 19.00.

Ratusan santri, Pengurus Harian GP Ansor Rajeg yakni Damyati, M Fahrurroji, Jamhari, Ahmad Hidayat, Danu, Mufasirul Huda serta seluruh jajaran Pengurus Ansor dan Banser, tampak ahdir.

Selain itu hadir juga Penasehat Ansor Rajeg diantaranta H Enjuh, Ustadz Aljani, Ustadz Yayat, Ustadz. Juhdi, dan Haryono serta Pengurus MUI dan NU Kecamatan Rajeg, Kapolsek Rajeg, Danramil, Karang Taruna, KNPI serta Ormas OKP lainnya. Mereka berkumpul di Aula Kantor Kecamatan Rajeg.

Acara HSN yang digagas GP Ansor Rajeg ini bertujuan memupuk persatuan dan kesatuan antar sesama santri. Selain itu, untuk mengenang jasa santri dan kiai yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Panitia Anwar mengatakan, wujud syukur dengan ditetapkan HSN tanggal 22 Oktober ini dengan pembacaan hadiah puji dan solawat nariyah dengan harapan agar pejuang kemerdekaan terutama dari kalangan santri dan kyai diterima Allah SWT.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Rajeg Damyati berharap agar semua santri bisa bersatu, membangun serta bersinergi dengan pemerintah, peran ulama dan Kyai serta santri sangat dibutuhkan terutama dalam pembentukan karakter masyarakat.

Sementara Camat Rajeg Sandi Mirasa menyampaikan apresiasi kepada semua Ormas keagamaan seperti GP Ansor, MUI, NU Kecamatan Rajeg yang sudah menjaga sinergitas.

“HSN wujud perhatian pemerintah kepada santri. Kondisi negara kita sangat memprihatinkan dengan maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Ini menjadi tugas kita semua, kami berharap ormas dan OKP Kecamatan Rajeg bisa terlibat dalam semua program pemerintah,” tandasnya,” katanya. (bud)

Komentar Anda

comments