Pengurus Jenazah Mulai Langka

Diterbitkan  Kamis, 10 / 11 / 2016 12:08 - Berita Ini Sudah :  420 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

CILEGON – Pengurus jenazah kini mulai langka. Kondisi tersebut lantaran kalangan pemuda masih enggan ikut melajar bagaimana tata cara memandikan dan mengurus jenazah.

Kasubag Bagian Kemasyarakatan Bagian Kesra Kota Cilegon Rahmattulah mengakui, hingga saat ini minat generasi muda di Cilegon untuk berkontribusi dalam mengurus pemandi jenazah masih sangat minim.

“Memang benar untuk pengurus pemandi jenazah di Cilegon sangat kurang. Terlebih lagi kepengurusannya kalangan pemuda. Kita sangat membutuhkan kehadiran mereka untuk melakukan hal ini,” kata Rahmatullah usai menggelar pelatihan fardhu kifayah pada masyarakat, yakni kaitan dengan pembelajaran mengurus jenazah yang digelar di Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon, Rabu (9/11).

Ia mengakui, imbas dari minimnya tenaga pengurus pemandi jenazah ini, beberapa tempat justru meminta bantuan ke tempat lain untuk membantu memandikan jenazah.

“Inilah kondisi yang kita hadapi saat ini. Tidak menutup kemungkinan bila kondisi ini terus berlanjut akan memberikan dampak yang kurang baik untuk Kota Cilegon,” ujarnya.

Disinggung mengenai pelatihan pemandian jenazah, sambungnya, dirinya menganggap pelatihan ini sangat penting dilakukan. Selain untuk memberika pengetahuan kepada masyarakat juga untuk meluruskan dua versi yang berbeda saat memandikan jenazah.

“Tidak dipungkiri memang ada dua versi dalam memandikan jenazah ini. Tentunya dengan adanya pelatihan ini, kita bisa bersama-sama menyatukan dua versi yang berbeda tersebut,” sambungnya.

Ia berharap dengan kegiatan ini, bisamemberikan bekal dan pengetahuan kepada masyarakat, tentang bagaimana cara memandikan jenazaah dan mengkafani jenazah sesuai dengan syari’ah.

“Semoga dengan adanya pelatihan fardhu kifayah ini, masyarakat semakin paham serta dan bertambahnya pengurus jenazah, sehingga masyarakat tidak sulit lagi mencari tukang mandiin jenazah,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Ibrohim (33) warga Kecamatan Pulomerak mengakui sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Sebab, dengan adanya kegiatan ini mampu menambah pengetahuan bagaimana tata cara memandikan jenazah dan mengkafani jenazah sesuai dengan syari’ah.

“Tentunya ini sangat bermanfaat sekali untuk kita yang muda-muda ini. Sehingga ketika ada kejadian yang di tempat tinggal kita, kita sendiri sudah ada bekal dari pelatihan ini,” harapnya.(eua/zal)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!