Warga Ciwandan Keluhkan Polusi Udara

Diterbitkan  Jumat, 11 / 11 / 2016 12:14 - Berita Ini Sudah :  555 Dilihat

Mediasi Warga Warga yang tinggal di lingkungan Lijajar, Ciwandan mengadu Ke DPRD Cilegon terkait polusi debu yang ditimbulkan Pabrik PT. SUJ, Kamis (10/11). Mereka memprotes karena polusi debu masih saja terjadi dan mengganggu kesehatan warga setempat.

MEDIASI WARGA. Warga yang tinggal di lingkungan Lijajar, Ciwandan mengadu Ke DPRD Cilegon terkait polusi debu yang ditimbulkan Pabrik PT. SUJ, Kamis (10/11). Mereka memprotes karena polusi debu masih saja terjadi dan mengganggu kesehatan warga setempat.

CILEGON – Puluhan warga Lingkungan Lijajar, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon menyampaikan keluhan ke DPRD setempat terkait polusi udara yang timbul atas aktivitas pabrik PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ).

Salah satu perwakilan warga Lijajar, Bachrum Dunggio mengatakan, permasalahan polusi debu telah terjadi selama 12 tahun. Karenanya, pertemuan dengan pihak perusahaan yang dimediasi dewan merupakan aksi klimaks.

Dari awal pembangunan, kata dia, telah menimbulkan pencemaran udara yang berdampak negatif kepada wara di area ring satu panrik tersebut.

“Awalnya memang tidak ada efek, tapi seiring berdirinya pabrik ini menimbulkan polusi. Beberapa tahun lalu kami juga sudah melakukan aksi protes, bahkan kami juga pernah adakan aksi turun ke pabrik dengan membawa simbol keranda mayat,” ungkap Dunngio usai mediasi, Kamis (10/11).

Dunggio menyatakan, sebenarnya polusi udara yang dialami warga setempat bukan hanya berasal dari PT SUJ, tapi ada juga dari perusahaan lain.

Namun, kata Dunggio, PT SUJ menjadi salah satu pabrik yang berkontak langsung dan dekat dengan masyarakat setempat sehingga akibat hasil produksi yang dihasilkan menimbulkan pencemaran yang berkepanjangan terhadap masyarakat setempat.

“Kontribusi akibat dari produksi, kami pernah mengusulkan untuk mengganti mesin pabrik yang didesain khusus untuk bahan bakar batu bara. Namun, karena harga mesin tersebut mahal, mungkin perusahaan kesulitan biaya.

Makanya, kami meminta untuk diganti bahan bakar, tapi jika dari penjelasan SUJ tadi pun sepertinya sangat sulit,” tuturnya.

Dunggio menuturkan, polusi udara yang dialami warga sudah menggangu kesehatan warga. Dari data Puskesmas, warga banyak mengalami gangguan infeksi pernafasan dan penyakit lainnya. Diketahui, kata Dunggio, debu yang keluar berbentuk debu hitam yang mana diketahui merupakan hasil dari pembakaran produksi.

“Jika setiap hari sih tidak, ada saat-saat tertentu. Mungkin pada saat over kapasistas atau pada saat produksi banyak, sehingga mengeluarkan polusi,” ucapnya.

Dunggio menyatakan, pada dasarnya warga tidak menolak keberadaan pabrik SUJ, namun penanganan tentang polusi debu itu harus terdapat solusi dan penanganan serius dari pabrik. Karena selama ini, warga menginginkan dapat hidup dengan sehat dan tidak mengalami kendala kesehatan.

“Warga intinya tidak menolak industri, karena ada nilai positif apalagi ada CSR. Tapi bukan berarti dengan CSR itu kami menutup masalah ini. Jangan sampai karena ada CSR pabrik jadi berbuat semaunya. Yang kami harapkan pabrik berjalan, tapi warga sehat jadi win win solution,” tandasnya.

Sementara itu, Human Resources PT SUJ Indra Setiawirawan mengakui jika keberadaan PT SUJ ditengah masyarakat harus bisa memberikan manfaat terutama yang tinggal di area ring satu.

“Tadi sudah kami sampaikan memang ada problem, tapi manajemen sudah berkomitmen untuk serius melakukan perbaikan yang sifatnya teknis. Jadi yang paling penting akar masalah dari problem teknis ini harus diselesaikan. Sebenarnya sudah ada beberapa yang sudah selesai, terkait dengan penangkapan debu.

Diharapkan dengan hal lain juga bisa berjalan dengan baik dan selesai dalam waktu cepat,” tuturnya.

Indra menjelaskan, pihaknya cukup mengakui ada beberapa kerusakan pada bagian mesin dari awal hingga akhir produksi sehingga menimbulkan debu ke masyarakat. Ia berjanji, permasalahan itu harus cepat disikapi lewat beberapa perbaikan, namun hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, ia berharap perbaikan tersebut dapat membantu mengurangi polusi udara yang dikeluhkan warga.

“Memang perlu waktu memperbaiki teknis itu, tidak secepat yang kita bayangkan. Tapi secara teknis tentunya memang perlu waktu, kami harap hal ni bisa membantu kita semua, sehingga polusi udara itu bisa selesai dengan baik,” kata dia.

Dalam kesepakatan dengan warga, diketahui, SUJ berjanji akan menyelesaikan perbaikan mesin pada saat input material, proses dan output material. Sekiranya, proses perbaikan dilakukan secara bertahap, dan seluruh perbaikan mesin akan selesai hingga Februari 2017 mendatang.(nal/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!