Tiga Pelajar Turut Diamankan


Pasangan Kumpul Kebo Digiring Satpol PP

Diterbitkan  Rabu, 23 / 11 / 2016 10:19 - Berita Ini Sudah :  631 Dilihat

operasi-yustisi-5

OPERASI YUSTISI. Satpol PP bersama dengan TNI, Polri dan institusi lainnya melakukan operasi yustisi di sejumlah lingkungan di Cilegon, Selasa (22/11). Dalam operasi itu, terjaring pelajar dan 6 pasangan yang bukan suami istri.

CILEGON – Satpol PP Cilegon bekerjasama dengan Polres Cilegon, dan Kodim 0623 Cilegon menggelar operasi yustisi di Kecamatan Cilegon dan Cibeber. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan enam pasangan “kumpul kebo” dan tiga orang pelajar.

Berdasarkan pantauan, operasi yustisi itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan. Petugas menyelusuri satu persatu bedeng atau kamar kos dan langsung memeriksa identitas para penghuninya.

Di kecamatan Cibeber, petugas berhasil mengamankan tiga pasangan kumpul kebo, sedangkan di Kecamatan Cilegon, petugas Satpol PP dan kepolisian juga mengamankan tiga pasangan mesum dan tiga orang pelajar.

Kasi Penegak Perundang-undangan Satpol PP Cilegon, Chaerul Hasan mengungkapkan, razia tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan bedeng-bedeng itu. Pasalnya, para penghuni bedeng kerap kali membuat keributan.

“Kegiatan ini berkat laporan dari warga setempat yang melaporkan adanya lokasi bedeng yang meresahkan masyarakat. Dari hasil laporan langsung kita kumpulkan semua jajaran untuk melakukan razia yustisi ini,” ungkapnya, usai melakukan razia yustisi di Kecamatan Cilegon, Selasa (22/11).

Selain mengamankan enam pasangan mesum, pihaknya juga menemukan tiga pelajar yang bolos tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Alasannya, mereka sedang mengerjakan tugas sekolah.

“Iyah memang kita temukan ada tiga pelajar yang terjaring operasi yustisi. Mereka (pelajar-red) bilang sedang mengerjakan tugas sekolah. Tapi, setelah kita tanyakan kartu osis anak tersebut, mereka tidak memilikinya. Dan akhirnya kita bawa mereka untuk didata di Kecamatan Cilegon,” imbuhnya.

Ia menegaskan, Satpol PP Cilegon akan terus meningkatkan kegiatan serupa. Tujuannya, supaya kota bersih dari kemaksiatan dan kegiatan yang meresahkan masyarakat.

“Kita ingin satu visi misi dengan walikota untuk memberantas kemaksiatan di Cilegon. Saya juga menghimbau agar masyarakat Cilegon yang belum memiliki identitas segera mengurus identitas mereka,” ujarnya.

Dari hasil razia di dua kecamatan itu, 54 orang yang tidak mengantongi identitas di gelandang ke Kantor Satpol PP Cilegon.

Sementara itu, salah satu dari tiga siswa yang terjaring razia mengatakan, dia bersama kedua temannya hanya sekedar mengerjakan tugas sekolah untuk membuat buku tahunan.

“Kita hanya mengerjakan tugas sekolah untuk membuat buku tahunan. Takut nanti kerjaan kita diambil sama pihak guru, kita sengaja membuatnya di tempat ini. Yah mungkin karena sedang apes saja makanya kita ikut dirazia,” terangnya.(eua/eky/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!