Pelabuhan Merak Dijaga Tim Gegana


Massa Nekat Jalan Kaki ke Monas

Diterbitkan  Jumat, 02 / 12 / 2016 2:53 - Berita Ini Sudah :  1103 Dilihat

LONGMARCH- Puluhan warga terlihat melakukan longmarch di Cikande, Kota Serang, Kamis (1/12). Aksi longmarch tersebut dilakukan dari Kota Serang menuju Jakarta untuk melakukan aksi tanggal 2 Desember 2016.

LONGMARCH– Puluhan warga terlihat melakukan longmarch di Cikande, Kota Serang, Kamis (1/12). Aksi longmarch tersebut dilakukan dari Kota Serang menuju Jakarta untuk melakukan aksi tanggal 2 Desember 2016.

SERANG – Kemarin, ribuan massa dari berbagai wilayah Banten telah bertolak ke Monas, Jakarta, untuk mengikuti aksi Belas Isalam III atau yang popupler dengan istilah aksi 212. Di antara massa ada yang bertolak menaiki bus, angkutan umum, dan tak sedikit juga yang memilih jalan kaki.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Muslim Banten (GNMB) memilih jalan kaki karena tak mendapatkan bus sewaan dari Perusahaan Otobus (PO) untuk berangkat ke Jakarta. Aksi ini juga merupakan bentuk protes terhadap PO bus yang tidak mengakomodir keinginan massa untuk menyewa kendaraan.

Koordinator GNMB Muhammad Ali mengatakan jika aksi jalan kaki ini dilakukan hampir seluruh peserta aksi damai 2 Desember di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini lantaran sebagai bentuk atas kekecewaan para peserta aksi.

“Aksi long march ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap PO bus yang menolak menyewakan armadanya,” katanya, Kamis (1/12).

Ali juga menjelaskan rombongan massa ini mayoritas merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten dan Kota Serang. Mereka berangkat dari Masjid Agung Banten Lama dan akan bergabung dengan rombongan lain di Tangerang.

Aksi serupa juga dilakukan puluhan massa yang tergabung dalam Muslim Banten Bela Islam (MBBI). Mereka bertolak dari Kota Serang, kemarin.

Koordinator MBBI, Ridwan mengatakan, aksi ini sebagai bentuk keseriusan muslim Banten dalam mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Bukan karena tidak ada biaya, atau bus dilarang, tapi ini suatu keseriusan kita sebagai bentuk pengawalan kasus Ahok, agar Ahok dipenjara. Meskipun sudah tahap P21 dan saat ini tengah diperiksa Bareskrim,” ujar Ridwan, Kamis (1/12).

Saat dihubungi kemarin sore, mereka telah sampai di Kawasan Cikande, Kabupaten Serang menuju Tangerang. Di mana, di wilayah Tangerang sudah ada peserta aksi yang akan bergabung.

“Dari wilayah barat ada kita dari Serang, wilayah timur ada saudara kita dari Ciamis yang rela berjalan kaki menuju Jakarta bergabung dengan ribuan masa dari berbagai daerah,” jelasnya.

Sementara, pengamanan oleh TNI dan Polri jelang aksi 212, di Pelabuhan Merak kian ditingkatkan. Pasalnya penumpang yang menyeberang dari Pulau Sumatera ke Jakarta lewat Pelabuhan Merak, eskalasinya juga meningkat. Mereka akan bertolak ke Jkaarta untuk mengikuti aksi 212.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan massa yang akan mengikuti kegiatan Aksi Bela Islam III dari Pulau Sumatera telah menyeberang dengan beberapa gelombang. Bahkan massa telah mengalir sejak 29 November lalu. Keberangkatan massa mendapat pengawalan ketat aparat.

Kapolda Banten, Brigjen Pol Sigit Listyo Prabowo menyatakan, peningkatan pengamanan yang dilakukan untuk mengantisipasi kewaspadaan terhadap pengamanan massa yang mengikuti Aksi 212 di Tugu Monas.

Untuk pengamanan kewilayahan di Banten, kata kapolda, pihaknya bekerjasama dengan Korem 064 Maulana Yusuf. Salah satunya fokus pengamanan, yakni di Pelabuhan Merak. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya pihak-pihak yang tidak berkepentingan mengacaukan aksi tersebut.

“Untuk kegiatan terkait 2 Desember, saat ini kita sudah tempatkan personil di Pelabuhan Merak. Ada kurang lebih satu kompi polri dan 1 kompi TNI. Tugas mereka adalah, manakala ada rombongan masuk kita melaksanakan kegiatan pemeriksaan,” ungkap Sigit, Kamis (1/12).

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Banten, Kombes Pol Gatot Mengkurat Putra menambahkan, pihaknya mengerahkan Tim Gegana dan Anti Teror untuk pengamanan di Pelabuhan Merak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penumpang gelap yang diduga turut mengambil kesempatan dalam aksi tersebut.

Demikian juga, Dirpolair Polda Banten, Kombes Pol Imam Thobroni menyatakan pihaknya juga menerjunkan personil untuk membantu pengamanan dibeberapa area. Termasuk di Pelabuhan Merak dan pintu masuk dan keluar Tol Merak.

Jajaran kepolisian setingkat Polres juga menyiagakan anggotanya jelang aksi 212. Polres Pandeglang menerjunkan 219 personel polisi. Tak hanya itu, 100 personel TNI 100, Dishubkominfo 10 dan Satpol PP 10 juga disiagakan.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Setiawan mengatakan, pengamanan melibatkan semua personel kepolisian, baik Polres hingga ke tingkat Polsek. Dimana fokus pengamanan akan ditempatkan pada saat massa berangkat ke Jakarta.

Dari wilayah Pandeglang, massa yang berangkat terkonsentrasi di Kecamatan Caringin, Menes, Cipacung dan Alun-alun Pandeglang.

“Kami akan mengawal masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta,” kata Ary kemarin.(cr-02/ned/nal/riu/bnn)

Komentar Anda

comments