Oleh Budi Sabarudin


Ghirah Aksi Super Damai 212

Diterbitkan  Sabtu, 03 / 12 / 2016 1:59 - Berita Ini Sudah :  1067 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru negeri ini kembali berduyun-duyun datang ke Ibu Kota Negara. Mereka berkumpul dan melakukan aksi yang sangat dahsyat dan fenomenal dengan cara berdoa dan shalat Jumat di kawasan Monas Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Mereka datang dengan beragam cara untuk mengusung aksi bertajuk Aksi Super Damai 212. Ribuan umat muslim dari Ciamis, Jawa Barat, betapa hebat. Mereka melakukannya dengan jalan kaki.Namun umat muslim lain dari berbagai daerah ada yang menggunakan motor, mobil pribadi, bus, kereta api, dan pesawat terbang.

Mereka, baik yang berusia muda, dewasa, dan orang tua, membawa misi yang sangat lurus, agung, dan mulia, yakni penuh dengan ghirah membela agama Islam setelah kitab suci mereka (Alquran) dilecehkan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Muatan aksi pertama menuntut kepada pihak kepolisian agar Ahok diproses secara hukum karena nyata-nyata telah menistakan agama Islam. Namun setelah diproses Ahok tidak dijebloskan ke jeruji besi hingga akhirnya memicu aksi kembali untuk menuntut agar penista agama itu ditahan dan dipenjarakan.

Hebatnya Aksi Super Damai 212 itu karena begitu banyak melibatkan massa, termasuk di dalamnya dari kalangan perempuan. Mereka dengan caranya sendiri menyediakan logistik secara swadaya dan mandiri.

Dari begitu banyak massa, ternyata aksi itu betul berjalan damai dan sangat kondusif. Kalau kemudian ada beberapa orang yang ditangkap polisi karena diduga makar, itu sesungguhnya bukan bagian dari aksi itu.

Mereka yang terlibat dalam Aksi Super Damai 212 itu tentu sedang melakukan aksi suci. Karena itu, umat Islam dari seluruh penjuru negeri ini betul-betul bersatu tanpa membedakan suku.

Mereka yang seiman dan sekeyakinan itu tak perduli hujan, panas, dan lapar. Jiwa sejati mereka terpanggil hanya untuk membela Islam dan beribadah kepada Allah Swt serta untuk kebaikan bangsa dan negara yang juga mereka cintai.

Aksi pertama sebetulnya sudah memberi sinyal yang sangat tegas dan begitu kuat kepada pihak keamanan, penegak hukum, dan pemerintah, yakni janganlah aksi-aksi yang melibatkan isu agama ini dipandang remeh dan sebelah mata serta segera penuhi tuntutan mereka.

Namun demikian, faktanya sebelum Jumat (2/12/2016), Ahok masih menghirup udara bebas karena belum juga ditahan. Bahkan dalam aksi pertama, Ahok dan kawan-kawannya dikabarkan asyik selfie di sebuah tempat.

Alasan dari pihak kepolisian mengapa Ahok tidak ditahan, seperti pernah diberitakan di sejumlah media, selama dalam proses pemeriksaan Ahok dinilai koperatif.

Namun rupanya alasan itu tidak masuk dalam logika pikir dan cara pandang hukum dalam diri massa. Mereka pun kecewa dan kembali melakukan aksi pada Jumat (2/12/2016) dengan melibatkan massa yang jauh lebih besar dari aksi sebelumnya.

Dari dua aksi, saya ingin menyampaikan pesan kepada pihak kemanan negara dan para penegak hukum di negeri ini dengan pepatah lama, yang bunyinya seperti ini, “Sedia payung sebelum hujan.”

Tentu saja pepatah itu sangat penting karena aksi-aksi yang membawa isu-isu agama itu memiliki ghirah yang gelombangnya sangat kuat dan dahsyat karena dalamnya ada kekuatan Tuhan. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!