6 Korban Pesawat Jatuh dari Pamulang


Keluarga Berharap Jasad Diketemukan

Diterbitkan  Selasa, 06 / 12 / 2016 10:04 - Berita Ini Sudah :  750 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

PAMULANG-Selain AKP Abdul Munir, korban pesawat Sky Truck jatuh di Kepulauan Riau, ada lima orang lainnya yang juga berasal dari Kota Tangsel ikut dalam pesawat naas tersebut. Salah satunya keluarga Brigadir Erwin.

Brigadir Erwin tinggal di Jalan Talas I, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang. Dia menikah dengan Sarlinah (15) dan telah dikaruniai tiga anak. Anak pertama M Oky Putra Winata kelas 2 SMA, Wina Putri Syabinna dan Eryaki Putra Winata kelas 4 SD.

H Misan (60) mertua dari Brigadir Erwin mengaku hingga ini masih tidak percaya jika pesawat yang ditumpangi menantunya itu hilang belum ditemukan. “Keajabikan Allah SWT tidak pernah kita duga-duga, untuk itu kami masih ada harapan ia kembali dengan selamat.

Namun apabila memang sudah waktunya untuk pergi selamannya kami keluarga yang ditinggalkan ikhlas lahir dan batin,” tutur H Misan dengan air matannya mengantung di bawah kelopak mata.

Ketua RW 10 Kelurahan Pondok Cabe Ilir ini tidak pernah menyangka menantunya itu mengalami kecelakaan naas. “Meski menantu ia tinggal bersama kami serumah sehingga sudah seperti anak kandung sendiri.

Kebiasaan yang ia lakukan kepada saya dan anak-anaknya setelah BKO dari luar daerah mengajak makan. Terutama bagi anak-anaknya suka ajak muter-muter naik sepeda motor, mungkin kangen,” tuturnya.

Komunikasi terakhirnya dengan Erwin dilakukan pada Jumat (2/12) bada salat maghrib. “Komunikasi dengan saya usai salat maghrib, kebetulan dan pagi harinya setelah salat subuh saya tertidur hingga ia berangkat tidak pamitan.

Padahal saya biasanya tidak tidur lagi. Memang tidak seperti biasanya kalau saya pergi atau lagi tidur pasti nyariin atau ketok-ketok pintu, tapi pagi itu tidak melakukan itu,” ungkap H Misan kembali menyeka air matanya.

Misan menerangkan, menantunya itu sebagai mekanik pesawat. “Teman-teman pilot selalu meminta kepada dia jika hendak pergi ke berbagai daerah. Pilot-pilot semuanya suka sama dia karena orangnya baik dan supel,” tambahnya.

Pantauan dilokasi H Misan banyak tetangga, dan teman-teman Oky Putra Winata kumpul berdoa bersama. H Misan pun mengaku sejak Sabtu tidak bisa tidur karena banyak tamu dan memikirkan peristiwa yang menimpa Erwin itu seperti mimpi.

Abdul Aziz (36) adik AKP Abdul Munir yang ikut hilang menerangkan, keluarga berharap kakaknya itu ditemukan dalam keadaan selamat. Namun apa daya jika memang takdir berkata lain pihak keluarga secara pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Allah SWT.

“Saya dan keluarga besar awalnya memang masih berharap besar dapat kembali dengan selamat. Namun setelah berhari-hari belum ditemukan berpikir kembali bahwa hanya keikhlasan yang mampu melapangan dada. Ikhlas semua apabila memang telah meninggal,” kata Aziz.

Sampai Senin (5/12) belum ada kabar terbaru dari Polda Batam, keluarga akan terus memuka kabar terbaru bagaimana perkembanganya. “Kawan-kawan dari Polisi Udara terus memonitor perkembangan. Merka akan melaporkan kepada keluarga kami,” tambahnya.

Dari 12 awak pesawat yang hilang, enam diantaranya memang tinggal di Kota Tangsel yakni, AKP Barokah, AKP Tonce, Briptu Andi Junaedi dan Briptu Mustofa. Mereka tinggal di Asrama Polisi Udara, Jalan Talas I Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang.

Sedangkan, AKP Abdul Munir tinggal di Perum Villa Dago, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang dan Brigadir Joko Sujarwo, tinggal di Jalan Kayu Manis, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!