Banyak Ditemukan Luka Memar


Tahanan Titipan Tewas di Lapas

Diterbitkan  Selasa, 06 / 12 / 2016 11:02 - Berita Ini Sudah :  555 Dilihat

DIDUGA DIANIAYA Ucu Samsudin menunjukan bukti lapor ke polisi dirumahnya , Lingkungan Sukamaju, Kecamatan Purwakarta, Cilegon atas dugaan penganiayaan yang terjadi pada puteranya, Andriyana, Senin (5/12). Saat ini dugaan penganiayaan yang terjadi di Lapas Cilegon itu tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian, 8 orang penghuni lapas tengah intens diperiksa polres Cilegon.

DIDUGA DIANIAYA. Ucu Samsudin menunjukan bukti lapor ke polisi dirumahnya , Lingkungan Sukamaju, Kecamatan Purwakarta, Cilegon atas dugaan penganiayaan yang terjadi pada puteranya, Andriyana, Senin (5/12). Saat ini dugaan penganiayaan yang terjadi di Lapas Cilegon itu tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian, 8 orang penghuni lapas tengah intens diperiksa polres Cilegon.

CILEGON – Salah seorang tahanan titipan di Lapas Kelas III Cilegon bernama Andriyana (25) tewas. Warga Lingkungan Sukamaju, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Cilegon itu diduga tewas dianiaya karena pada tubuh korban ditemukan luka memar.

Ayah korban, Ucu Samsudin melaporkan kejanggalan kematian putranya ke Polres Cilegon, Senin (5/12). Kepada wartawan Ucu menceritakan, dirinya bersama ibu korban, Enong Sukaesih menaruh curiga dengan kematian putranya.

Sebelum meninggal, dia sempat menjenguk anaknya di Polsek Cilegon karena tersangkut kasus penjambretan. Saat itu, kata Ucu, korban dalam keadaan sehat.

“Terakhir kali pertengahan November lah, saya melihat almarhum di tahanan Polsek Cilegon dalam keadaan sehat. Setelah itu saya mendapatkan informasi selang tiga hari almarhum dipindahkan ke Lapas Cilegon,” ungkapnya, kemarin.

Ucu kaget mendegar kondisi anaknya yang sebelumnya sehat namun mengalami hal yang berbeda ketika berada di dalam lapas. Korban, kata Ucu, tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

“Hari Jumat 2 Desember, saya mendengar anak saya muntah-muntah dan dilarikan ke rumah sakit oleh sipir Lapas Cilegon. Sesampainya di rumah sakit saya kaget melihat anak saya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dia dan keluarga tak kuasa menahan tangis atas kematian anaknya, terlebih melihat kondisi jenazah sangat janggal. Pada beberapa bagian tubuh mengalami luka memar dan patah tangan. Hal itu diduga dimungkinkan adanya tindak penganiayaan terhadap putranya saat berada di dalam lapas.

“Saya melihat banyak luka lebam di sekujur tubuh seperti mata sebelah kanan bengkak, leher dan tangan sebelah kanan patah. Diduga akibat dianiaya di dalam lapas,” ujarnya.
Mendapati keganjilan itu, Ucu bersama keluarga melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Ia meminta agar kasus dugaan penganiayaan yang menimpa putranya diungkap secara terang benderang dan pelaku dapat segera diproses secara hukum.

“Seharusnya penjaga yang ada di dalam Lapas Cilegon tahu siapa pelaku yang menganiaya anak saya. Masa anak saya dipukuli tidak ada yang memisahkan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Lapas Cilegon, Andi M Syarif ketika dikonfrimasi membenarkan perihal kematian salah satu tahanan titipan bernama Andriyana. Ia menyatakan, saat masuk ke Lapas, korban kerap dicurigai oleh penghuni lapas lain sebagai informan pihak kepolisian. Diduga, karena kabar tersebut, korban dianiaya.

“Jadi saat masuk di lapas, isu yang beredar dia itu informan. Nah begitu masuk, karena mungkin dia diisukan itu (diduga) dipukulin sama sesama mereka juga,” tuturnya.

Setelah kematian korban, kata Andi, pihak kepolisan baik Polda Banten maupun Polres Cilegon langsung mendatangi lapas dan menelusuri kematian korban yang janggal. Sedikitnya 8 penghuni lapas diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Dari kemarin sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres termasuk dari Polda. Ada delapan yang diminta keterangan,” ungkapnya.

Sementara itu, sekitar pukul 14.30 WIB kemarin, berdasarkan pantauan di Lapas, hanya 7 penghuni Lapas yang digiring kepolisian ke Mapolres Cilegon. “Sementara ini kita bawa tujuh orang saksi. Seharusnya delapan, satu orang lagi masih proses (persidangan),” ungkap Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Ridzky Salatun di Lapas.

Kasat menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian warga Sukamaju itu. Saat ini kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi dan bukti petunjuk lainnya. “Kita masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti akan kita sampaikan berikutnya,” kata dia.(nal/igo/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!