DPT Pandeglang Susut 37.858 Pemilih

Diterbitkan  Kamis, 08 / 12 / 2016 11:23 - Berita Ini Sudah :  847 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

PANDEGLANG – KPU Pandeglang telah memplenokan DPT untuk Pilgub Banten 2017 mendatang. Dari hasil pleno tersebut, DPT di Pandeglang terdata sebanyak 920.320 orang dengan jumlah TPS sebanyak 1.903 dari 339 desa/kelurahan.

Pokja Pemutakhiran Data Pemilih pada KPU Pandeglang, Ida Jahidatulfallah menyebutkan, DPT paling banyak terdapat di Kecamatan Mandalwangi dengan jumlah pemilih sebanyak 40.624 jiwa, disusul Kecamatan Labuan dengan 38.442 pemilih.

“Hasil pleno kita kemarin, jumlah DPT ditetapkan 920.320 pemilih. Dengan rincian 467.423 pemilih laki-laki dan 452.897 pemilih perempuan,” ujar Ida merinci, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (07/12).

Jumlah tersebut berkurang sekitar 37.858 pemilih dari Pilkada serentak 2015 lalu yang terdata 958.173 pemilih. Serta berkurang sekitar 5.000-an pemilih dari DPS)yang ditetapkan awal November lalu.

“Dari DPS kemarin yang berjumlah 920.720, ada pengurangan sekitar 5.000-an, karena ada beberapa hal seperti masih ditemukannya pemilih ganda dan juga kekeliruan database pemilih ber KTP Elektroni antara KPU dan Disdukcapil,” terangnya.

Karena berdasarkan Surat Edaran KPU Nomor 506 Perihal Daftar Pemilih pemilihan tahun 2017, salah satu syarat terdaftar sebagai pemilih adalah telah memiliki KTP-Elektronik.

Masih kata Ida, jika masih ada warga yang belum terakomodir hak politiknya dalam DPT, maka KPU masih memberi kesempatan kepada pemilih untuk menggunakan Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil atau menunjukkan KTP Elektroniknya pada saat hari pencoblosan.

Hal itu dilakukan, lantaran KPU menjamin hak setiap warga negara untuk menyalurkan suaranya.

“Kami tetap mengakomodir hak politik warga negara. Mereka yang belum masuk DPT, bisa menunjukkan KTP nya atau Suket dari Disdukcapil saat pencoblosan. Waktunya dimulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB,” bebernya.

Ketua KPU, Ahmad Sujai menambahkan, selain adanya pemilih ganda, berkurangnya DPT kali ini juga disebabkan adanya pemilih yang sudah meninggal dunia dan pindah domisili.

“Masih ada pemilih yang masuk dalam DPS sedang diperiksa oleh Disdukcapil karena belum memiliki KTP, akan tetapi sudah ada dalam database pemilih sehingga tidak ada warga negara yang kehilangan hak pilihnya”, terang Sujai.

Meski sempat mengalami persoalan dalam menetapkan DPT karena adanya perbedaan dalam database yang dimiliki oleh Disdukcapil dan pendataan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), namun KPU mengklaim jika dalam Pilkada kali ini, potensi pemilih ganda dapat diminimalisir.

Karena sistem aplikasi pemilih dinilai sudah lebih mutakhir. “Sekarang aplikasi pendataan pemilih sudah lebih canggih. Jadi potensi pemilih-pemilih ganda dapat ditekan,” katanya.(cr-02/igo/bnn)

Komentar Anda

comments