Tenda Pengungsian Kosong


Korban Banjir Enggan Dievakuasi

Diterbitkan  Kamis, 08 / 12 / 2016 11:28 - Berita Ini Sudah :  837 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan di lokasi banjir. Salah satunya Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Di lokasi tersebut BPBD Kabupaten Serang mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian untuk korban banjir.

Hanya saja, tenda yang didirikan BPBD Kabupaten Serang tepat di Kampung Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang tersebut, tidak digunakan sebagaimana mestinya. Sebab, warga korban banjir enggan diungsikan dan lebih memilih bertahan di rumah yang terkena banjir. Mereka bertahan lantaran khawatir isi rumah hilang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Damkar pada BPBD Kabupaten Serang Maftuhi. Ia mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengevakuasi. Hingga kemarin tenda pengungsian pun kosong. “Paling juga warga datang, setelah itu pulang lagi ke rumahnya,” kata Maftuhi, Rabu (7/12).

Maftuhi menjelaskan, kondisi terparah banjir berada di wilayah Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang. Kemarin sore, Maftuhi menerima laporan ketinggian air banjir mencapai sekitar 30 centimeter. “Alhamdulillah kini air sudah surut, tapi kita tetap memantau. Bahkan mendirikan dapur umum,” katanya.

Dapur umum didirikan, lanjut Maftuhi, sejak Sabtu (3/12). Dimana dapur umum menyediakan makanan untuk warga yang terkena dampak banjir. Stok makanan pun dipastikan aman seiring dengan datangnya bantuan dari sejumlah relawan.

“Masih tersedia seperti beras, ikan dan makanan siap saji. Beberapa relawan yang sudah kita latih untuk memasak,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang Yani Herdiani mengaku, sudah mengirim bantuan jenis sembilan bahan pokok. Pengiriman pun sudah dilakukan beberapa kali dan terakhir dilakukan kemarin. “Kita sudah kirim ke lokasi banjir di Padarincang. Jenis sembako yang dikirim yakni beras, telor minyak, dan jenis kebutuhan lain,” katanya.

Yani pun mengaku mengajukan permohonan bantuan yang sama untuk korban banjir ke Pemerintah Provinsi Banten. Itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kekurangan bantuan makanan.

“Kita pastikan bantuan makan untuk warga korban banjir aman, kita juga terus koordinasi dengan pihak yang berkaitan dengan penanganan banjir,” katanya. (cr-04/enk/bnn)

Komentar Anda

comments