Dongkrak Partisipasi Pemilih Hingga 75,5 Persen (sub)


KPU Minta Bantuan Tokoh Masyarakat

Diterbitkan  Kamis, 08 / 12 / 2016 12:43 - Berita Ini Sudah :  924 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

SERANG – Tokoh masyarakat di Kota Serang diminta untuk membantu pemerintah dengan mensosialisasikan Pilgub Banten yang akan digelar 17 Februari mendatang. Bantuan para tokoh diharapkan dapat mendongkrak partisipasi pemilih pada ajang pesta demokrasi itu.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang, Maskurdi mengatakan, tingkat partisipasi Pilgub Banten yang digelar serentak bersama sejumlah pilkada di daerah lain, ditargetkan mencapai 75 persen. Karenanya, sosialisasi gencar dilakukan, termasuk dengan melibatkan tokoh masyarakat.

“Dalam Undang-undang no 10 tahun 2016 itu ada kewajiban pemerintah daerah untuk mengembangkan demokrasi di daerah masing-masing, selama ini kami terus mengupayakan meningkatkan partisipsi pemilih di Kota Serang karena setiap tahun partisipasi di kota ini selalu turun.

Misalnya pada saat Pemilihan Wali Kota (Pilkot) partisipasiyua hanya 68 persen, begitu pula pada Pemilihan Presiden (Pilpres) hanya 64 persen,” kata Maskurdi seusai Sosialisasi Pemilukada Provinsi Banten di Salah Satu Rumah Makan, Kota Serang, Rabu (7/12).

Kemudian, sambung Maskurdi, seluruh tokoh masyarakat dapat menyampaikan kepada warga di lingkungannya masing masing bahwa tanggal 15 Februari mendatang ada agenda besar bagi warga Banten yakni utnuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Bagi yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan Surat Keterangan (Suket), silahkan untuk datang ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap kelurahan agar segera memilikinya dari Disdukcapil,” imbaunya.

Dirinya mengaku, dalam Pemilukada 2017 ini, pihaknya tidak memiliki anggaran yang cukup untuk program sosialisasi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, faktor yang menyebabkan partisipasi pemilih rendah di Kota Serang yang paling utama adalah ketokohan calon. Menurutnya, para kandidat harus bekerja keras untuk menjadi orang nomor satu di Banten itu dengan beragam metode yang mampu menarik perhatian warga.

Kendati demikian, pihaknya tidak henti-hentinya melakukan upaya agar warga Kota Serang mengetahui tahapan dan agenda pemilihan Gubernur Banten 2017-2022. Dirinya berujar, di Bulan Desember ini pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi di Kecamatan dan Kelurahan yang menjadi pusat berkumpulnya pemilih di Kota Serang.

“Kalau bicara partisipasi kan banyak faktor, selain faktor dari penyelenggara, yang utama adalah faktor calonnya. Untuk bisa meningkatkan pemilih, yang bertarung atau yang merebutkan kursi Gubernur Banten itu harus dikenal masyarakat, itu yang menjadi pendorong masyarakat ke TPS,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa informasi yang berkembang di masyarakat jika tidak memiliki e-KTP, warga tidak akan bisa memilih itu salah. karena, berdasarkan ketentuan KPU warga yang belum memiliki e-KTP akan dibuatkan Suket dan identitas yang membuat Suket tersebut tidak akan pernah dihapus oleh Disdukcapil.

“Artinya, 7000-an warga Kota Serang yang belum melakukan perekaman e-KTP tetap bisa memilih Gubernur dan Wakil Gubernur 15 Februari 2017 mendatang,” tandasnya. (feb/enk/bnn)

Komentar Anda

comments