Pembunuhan Andriyana Bermotif Dendam

Diterbitkan  Kamis, 08 / 12 / 2016 11:17 - Berita Ini Sudah :  450 Dilihat

Forensik Korban Lapas Suasana dan kondisi di Ruangan Kantor Instalasi Forensi RSUD Serang. Pihak RSUD Serang menyatakan pada tubuh korban pengeroyokan, Andriyana di Lapas terdapat tanda tanda kekerasan benda tumpul.

Forensik Korban Lapas. Suasana dan kondisi di Ruangan Kantor Instalasi Forensi RSUD Serang. Pihak RSUD Serang menyatakan pada tubuh korban pengeroyokan, Andriyana di Lapas terdapat tanda tanda kekerasan benda tumpul.

CILEGON – Tewasnya Andriyana (25), salah seorang tahanan titipan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon masih menjadi misteri. Namun, kuat dugaan, jika kematian warga Lingkungan Sukamaju, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwarkarta, pada hari Sabtu (3/12) lalu, karena dikeroyok oleh tahanan lain itu, didasari oleh motif dendam.

Berdasarkan penelusuran, para pelaku pengeroyokan mengetahui, jika korban akan dititipkan sementara di Lapas Cilegon karena terjerat kasus penjambretan yang ditangani oleh Polsek Cibeber. Beredar kabar, bahwa banyak penghuni lain dendam dengan korban karena mengetahi jika Andriyana adalah seorang informan polisi.

Diduga, penganiayaan korban tidak hanya dilakukan oleh beberapa penghuni yang dendam, tetapi beberapa petugas sipir yang berjaga juga turut terlibat membantu proses pengeroyokan itu terjadi.

Bahkan, dari informasi yang santer yang beredar, korban disiksa secara tidak manusiawi, dimana pada tubuh korban terdapat 5 bekas tusukan pemanas timah (solder, red) di tangan kanan, kaki kanan dan kepala korban.

Ucu Samsudin (60), ayah korban menceritakan, jika dirinya dan pihak keluarga menduga, kematian Andriyana didasari oleh motif dendam. Pasalnya, dari informasi yang dia dapat dari rekan korban, Andriyana memiliki latar belakang pekerjaan sebagai informan pihak kepolisian.

“Ada yang cerita ke saya, dari teman-temannya, kalau anak saya mau dihabisi kalau didalam lapas. Bisa jadi banyak yang dendam dan membenci anak saya, karena anak saya sering membantu polisi mengungkap kasus,” tuturnya, Rabu (7/12).

Kehadiran puteranya di dalam Lapas, sambung Ucu, ternyata telah dinanti sejak lama oleh para pelaku. Disitulah, dimungkinkan para pelaku kemudian dengan leluasa melampiaskan dendamnya kepada korban.

“Kemungkinan didalam (Lapas, red) korban sering dipukuli oleh para pelaku yang sebelumnya pernah dilaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian dan berhasil di tangkap,” terangnya.

Terpisah, Kepala Instalasi Kedokteran dan Medikolegal RSUD Serang, Budi Suhendar membenarkan, bila pada tubuh korban terdapat tanda-tanda bekas kekerasan.

“Patah bagian leher tidak ada, patah ditangan juga tidak ada, begitu juga tanda luka benda tajam. Yang ada luka kekerasan benda tumpul, yang memang merusak permukaan kulit. Yang terkesan seperti luka kekerasan (dari, red) benda tajam,” ungkapnya.

Disinggung terkait dengan penggunaan alat pemanas timah (solder, red) yang dipakai para pelaku untuk menganiaya korban, Budi mengaku, jika dirinya belum bisa menjelaskan secara detail. Namun, bentuk kekerasan diduga menggunakan benda tumpul yang bermuatan penghantar aliran panas.

“Itu bukan kekerasan benda tajam, tapi benda tumpul yang mungkin ada. Saat ini kita sedang kembangkan dan analisiskan. Yah, mungkin akibat benda tumpul yng panas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Banten, Ajub Suratman ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan tanggapan secara detail. Namun, dirinya telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di Lapas Cilegon.

“Saya masih rapat, bisa dikonfirmasi dengan Kadivpas, karena sedang di Cilegon untuk pemeriksaan,” katanya singkat. (nal/eky/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!