Komplotan Ranmor Bersenjata Dibekuk Polisi

Diterbitkan  Jumat, 09 / 12 / 2016 11:48 - Berita Ini Sudah :  990 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

ILUSTRASI (NET)

SERANG – Kelompok sindikat pencurian kendaraan bermotor yang menggunakan senjata api dibekuk oleh tim personel Diretkrimum Polda Banten. Komplotan ini merupakan jaringan Curanmor dari Lampung Timur.

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan awal terbongkarnya sindikat ini bermula pada kasus yang terjadi di Ciruas, Kabupaten Serang pada Juli 2016 silam. Petugas mengamankan salah satu tersangka bernama Romadon.

“Setelah kita kembangkan ternyata ada tiga tersangka lain yang menjadi DPO,” kata Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Aldrin Hutabarat saat ekspos kasus di halaman Mapolda Banten, Kamis (8/12)

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan. Pada November 2016 petugas mengamankan enam orang tersangka, tiga diantaranya merupakan DPO yakni Sanusi alias Usi, Andi dan Ali Husin. Keenam tersangka ditangkap di sebuah hotel di daerah Serpong, Tangerang Selatan.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan jenis revolver, peluru, kabel, kunci motor, dan belasan baja leter T dan dua unit sepeda motor.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun tersangka pernah melakukan kejahatan 15 lokasi dilakukan di Serang, 10 lokasi di wilayah Tangerang dan dua lokasi dilakukan di Tangerang Selatan.

Menurut Kapolda dari rekaman CCTV pelaku kerap menggunakan senjata api rakitan ketika kondisi terdesak. Pelaku biasanya menodongkan senjata api kepada warga yang akan melakukan penangkapan. “Kalau ketahuan biasanya menodongkan senjata api ke arah warga,” ujar Kapolda.

Setiap kali melakukan kejahatan selaku selalu membagi tugas. Satu pelaku menggunakan leter T sementara sisanya mengawasi lokasi yang menjadi sasaran kejahatan.

Akibat aksinya para tersangka diancam dengan dua pasal. Aksi pencurian diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan atas kepemilikan senjata api tersangka diancam dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan diancam penjara selama 20 tahun penjara. (ned/enk/bnn)

Komentar Anda

comments