Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Ujaran Kebencian

Diterbitkan  Jumat, 06 / 01 / 2017 22:12 - Berita Ini Sudah :  575 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Di negeri ini, akhir-akhir ini, istilah “ujaran kebencian” lagi ngetop-ngetopnya. Apa sih ujaran kebencian itu? Ya, itu ungkapan yang mengandung makna kebencian. Ungkapan itu juga bisa bernada atau mengandung provokasi agar dalam perasaan dan pikiran orang lain itu muncul berbagai kebencian.

“Kebencian terhadap siapa?” Tentu bisa kepada diri kita, dan bisa juga kepada siapa pun. Yang menjadi ramai, riuh, dan heboh, ujaran kebencian itu, baik yang diutarakan secara lisan maupun tulisan, lebih banyak ditujukan kepada “orang-orang tertentu atau orang-orang penting”.

Yang menjadi persoalan, ujaran kebencian itu disampaikan melalui media, terutama media sosial (medsos) dan bahkan ada juga dalam media-media digital lainnya seperti website-website tertentu yang ideologis.

Akibatnya ujaran kebencian itu menjadi konsumsi masyarakat secara lebih luas, sehingga dikhawatirkan citra atau branding yang dituju dengan ujaran kebencian itu menjadi terganggu, dan bahkan menjadi lebih buruk.

Menyikapi ujaran kebencian yang begitu marak, Pemerintah akhirnya mengambil langkah dan sikap tegas dengan memblokir portal-portal berita yang dinilai telah melakukan atau menyampaikan ujaran-ujaran kebencian.

Apakah langkah itu efesien dan esensial. Belum tentu karena ujaran kebencian bisa dilakukan di medsos lainnya. Sebut saja misalnya di facebook atau di twitter, bahkan juga di whatsApp. Apakah ketiganya itu diblokir? Tentu tidak.

Yang perlu dilakukan sesunguhnya adalah gerakan mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan ujaran kebencian secara serampangan di mana pun. Kalau di medsos misalnya, maka seseorang bisa dikenakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) plus dengan sanksi-sanksi hukum kurangan penjaranya.

Akibat buta peraturan itu, tentu sudah banyak korban akibat ujaran kebencian itu. Demikian juga sudah banyak orang yang harus berperkara dengan hukum akibat menyampaikan ujaran kebencian di berbagai medsos dan media digital. Bahkan diantaranya sudah ada yang di penjara.

Langkah penting lainnya adalah gerakan kultural seperti memberi contoh sikap, laku, ucapan, dan pemikiran keteladan dari siapa pun, terutama dari kalangan elit pemilik kekuasaan. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran dalam diri masyarakat tentang pentingnya menjaga ujaran agar nasibnya tidak celaka. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!