Jika Mutasi tak Sesuai Kompetensi


Tatu Persilahkan ASN Mengajukan Keberatan

Diterbitkan  Rabu, 11 / 01 / 2017 2:54 - Berita Ini Sudah :  895 Dilihat

PENGUKUHAN. Pejabat administrator, pengawas dan pejabat fungsional auditor di lingkup Pemerintah Kabupaten Serang berbaris rapi saat dilantik dan dikukuhkan Bupati Ratu Tatu Chasanah, di Lapangan Tenis Indoor Pemkab, Selasa (10/1).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang resmi melantik dan mengukuhkan 1.089 pejabat. Mereka semua terdiri dari pejabat administrator, pengawas dan pejabat fungsional auditor.

Meski demikian, mutasi tersebut masih bisa berubah. Hal itu disampaikan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Kata dia, Pemkab Serang masih membuka ruang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa penempatannya tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Silahkan menghadap langsung ke saya. Tidak masalah kok. Kami buka seluas-luasnya,” papar Bupati usai melantikan dan mengukuhkan pejabat Pemkab Serang di Lapangan Tenis Indoor Pemkab, Selasa (10/1).

Menurut dia, sebagai pimpinan Bupati dan tentunya Baperjakat tidak ingin salah menempatkan orang. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Namun, namanya manusia terkadang ada salahnya. Maka dari itu, masih kami buka ruang untuk mengajukan keberatan,” ucapnya.

Asalkan, lanjut Bupati, ASN siap melakukan pemaparan langsung di depan publik bahwa ia memang memiliki kompetensi di dinas yang diinginkan.

Pada kesempatan ini, Tatu juga menegaskan, mutasi pejabat eselon III dan IV ini juga dipastikan tidak ada permainan uang, titipan dan sebagainya. Ini murni hasil evaluasi Baperjakat yang sudah melakukan koordinasi dan masukan dari masing-masing kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Kini, tinggal satu lagi gelombang pelantikan. Yakni guru. Tapi kapan pelantikannya, kami masih menunggu Baperjakat. Kita tunggu saja pemberitahuannya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Serang, Entus Mahmud Sahiri mengungkapkan, draf mutasi guru sudah ada. Namun, BKD akan membahasnya terlebih dahulu dengan Baperjakat supaya tidak salah menempatkan orang.

“Kita harus lihat seseorang sudah berapa lama di satu sekolah. Ada aturannya yang harus kita ikuti. Rekam jejaknya juga harus dipantau baru bisa diumumkan,” kata Entus.(cmb/yul)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!