Warga Terganggu Bau Limbah


Perusahaan Penghasil Telur Terancam Sanksi Tegas

Diterbitkan  Senin, 16 / 01 / 2017 10:17 - Berita Ini Sudah :  778 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERANG – Keluhan warga Kecamatan Cikande, soal bau limbah kotoran ayam dari PT. Gizindo Sejahtera Jaya, yang berada di wilayah Kecamatan Bandung mendapat tanggapan serius dari Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Ia bahkan mengancam menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang memproduksi telur tersebut.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengaku, sudah mengeluarkan surat perintah pada Asda II Kabupaten Serang Irawan Noor dan LH, untuk mengecek langsung pengelolaan limbah kotoran ayam yang dihasilkan PT Gizindo Sejahtera Jaya, serta menunjau dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Asda II dan lingkungan hidup, sudah saya suruh turun ke lapangan,” ujar Pandji, Minggu (15/1).

Meski demikian, Pandji mengaku belum menerima laporan baik secara lisan maupun tulisan dari Asda II maupun LH atas hasil peninjauan yang diperintahkannya itu. “Saya belum dapat laporan. Senin (hari ini, red) mudah-mudahan,” harapnya seusai saat menghadiri kegiatan Forum DAS di Yayasan Bhakti Banten, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Pandji mengancam, mengeluarkan sanksi tegas pada PT Gizindo Sejahtera Jaya, jika terbukti menyalahi aturan dalam mengelola limbah. Sanksi akan dikeluarkan setelah menempuh kajian hasil observasi Asda II dan Lingkungan Hidup. “Kita berikan sanksi,” tegasnya dengan suara lantang.

Sementara itu, Asda II Kabupaten Serang Irawan Noor tidak memberikan jawaban yang jelas terkait dengan hasil perintah Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa untuk meninjau persoalan limbah PT. Gizindo Sejahtera Jaya.

“Itu sama pak Kustaman di LH (lingkungan hidup, red),” Jawabnya saat ditanya soal tindak lanjut perintah Wakil Bupati Pandji Tirtayasa dan sambungan telpon langsung dimatikan.

Sekretaris LH Kabupaten Serang Kustaman dengan gamblang mengaku, sudah meninjau pengelolaan limbah kotoran ayam yang di lakukan PT. Gizindo Sejahtera Jaya pada Jumat (13/1). Hasilnya, PT Gizindo Sejahtera Jaya pengelolaan limbah tidak seimbang dengan produksi limbah.

“Persoalannya tekhnologi (peralatan pengelola limbah, red) tidak 100 persen,” katanya.

Akibatnya, bau limbah kotoran ayam masih dirasakan masyarakat sekitar saat angin kencang datang. Menurut Kustaman, persoalan itu masuk pelanggaran baku mutu, sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan PT Gizindo Sejahtera Jaya pun terancam kena sanksi administrasi. Seperti bentuk teguran.

Hanya saja lanjut Kustaman sanksi tersebut sudah dilakukan. Namun, pihak perusahaan tidak juga mampu mengatasi persoalan bau limbah hingga banyak dikeluhkan warga. Artinya, jika Pemerintah Kabupaten Serang akan menjatuhkan sanksi yang lebih berat adalah hal yang wajar.

“Sanksi yang akan dikeluarkan berdasarkan tahapan-tahapan tertentu, bisa sampai pencabutan izin,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Kecamatan Cikande Ahyarudin mengatakan, masyarakat Kecamatan Cikande geram dengan adanya PT Gizindo Sejahtera Jaya tersebut, lantaran menimbulkan bau limbah kotoran ayam. “Cikande darurat bau kotoran ayam,” ucapnya dengan gamblang menceritakan soal keluhan bau kotoran ayam.

Ahyarudin mengancam, akan melakukan aksi besar-besaran menuntut Pemerintah Kabupaten Serang menindak tegas keberadaan perusahaan yang menimbulkan polusi udara. Aksi rencananya akan dilakukan pada Kamis (19/1) mendatang.

“Akan dilakukan aksi massa besar-besaran ke Kantor Bupati Serang. Menuntut, tidak ada lagi polusi udara, bau kotoran ayam dari ternak ayam PT Gizindo, di Desa Panamping, Kecamatan Bandung,” katanya.

Sebelumnya, pada 15 Desember tahun lalu, PT Gizindo Sejahtera Jaya, yang berada tepat di wilayah Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang sudah diberikan peringatan selama dua kali oleh Pemerintah Kabupaten Serang. Peringatan diberikan lantaran perusahaan yang memproduksi telor itu dinilai membuang limbah ayam sembarangan.

Hal itu disampaikan Irawan Noor saat masih menjabat Ketua Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Serang. Waktu itu Kata Irawan Noor, kemampuan mengolah limbah ayam yang dilakukan PT Gizindo Sejahtera Jaya tidak seimbang dengan produksi limbah.

“Limbah kotoran ayam dari Gizindo (PT Gizindo Sejahtera Jaya, red) dalam satu hari kurang lebih 80 ton dari jutaan ekor ayam,” ujarnya.(cr-04/enk/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!