Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Habib Rizieq, Dirut PT Garuda, dan Bupati Katingan

Diterbitkan  Sabtu, 21 / 01 / 2017 11:53 - Berita Ini Sudah :  471 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab, dari dulu sampai saat ini tidak pernah sepi dari perbincangan banyak orang. Hal itu disebabkan sepak terjangnya dalam membela agama Islam dengan caranya yang khas.

Dan setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilaporkan ke polisi karena jelas-jelas telah melakukan penistaan agama Islam, khususnya Surat Almaidah ayat 51, Habib Rizieq adalah salah satu tokoh, dari beberapa tokoh lainnya, yang menginisiasi membangun Gerakan 212.

Dengan gerakannya itu, jutaan orang dari berbagai belahan negeri ini merasa terpanggil untuk datang ke Jakarta. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta (saat itu) ditangkap dan diproses secara hukum. Mereka yang datang dan mendesak itu tentu tidak hanya sebagai anggota FPI saja, akan tetapi umat muslim dari berbagai kalangan.

Sejak saat itu pula, negeri ini makin ramai saja. Apalagi setelah Habib Rizieq dilaporkan ke polisi dengan alasan telah menistakan lambang negara, Pancasila. Tidak hanya itu, Habib Rizieq juga dilaporkan oleh sekelompok orang tertentu katanya diduga telah menistakan agama Kristen.

Akhirnya, setiap hari, yang berkaitan dengan Habib Rizieq selalu diberitakan media massa terus. Terlebih lagi di surat kabar dan media televisi. Ya, mungkin beritanya seksi. Sebut misalnya aksi unjuk rasa dari berbagai kalangan di sejumlah daerah dan propinsi yang mendesak FPI dibubarkan.

Namun ketika Habib Rizieq berjuang untuk agamanya, Islam dan untuk bangsa dan negaranya agar tetap maju, makmur, kokoh, dan rakyatnya sejahtera, lagi-lagi dengan caranya yang khas, ternyata sampai saat ini masih ada anak bangsa yang perilaku koruptifnya tidak juga berubah.

Adalah mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, karena versi KPK telah menerima suap sebesar Rp 20 Miliar dalam Dollar Amerika Serikat (AS) dan Euro serta menerima barang-barang senilai Rp 2 Juta Dollar AS.

Dengan ditetapkannya Emirsyah sebagai tersangka, tentu saja membuat saya prihatin dan geram. Apalagi sampai saat ini sudah ada 38 pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terjerat kasus korupis. Jadinya, ada kesan BUMN dan BUMD itu makanan empuk bagi predator-predator uang negara.

Di tengah situasi negara yang betul-betul sedang prihatin seperti saat ini, karena kasus narkoba, seks bebas, teroris dan radikalisme, serta isu komunis hidup kembali, Eh…Bupati Katingan Kalimantan Tengah Ahmad Yantenglie kepergok selingkuh dengan istri polisi.

Berita itu seperti petir di siang bolong yang menghantam wajah pemerintahan saat ini.

Melihat negeri ini yang semakin ramai dengan berbagai peristiwa yang heboh-heboh, saya sebagai anak bangsa tentu merasa prihatin. Tapi saya bukan siap-siapa, bukan juga orang yang berpengaruh pada siapa pun.

Tapi melalui tulisan ini saya ingin mengajak pada seluruh anak bangsa di negeri ini, mari kita cintai bangsa dan negara ini dengan penuh kasih sayang. Tanpa kasih sayang, negeri ini akan terus ramai, terus panas, dan kemudian terbakar. Ah, jangan sampai terjadi. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!