Penyelidikan Korupsi Alat Pertanian Distop

Diterbitkan  Senin, 30 / 01 / 2017 10:06 - Berita Ini Sudah :  645 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

SERANG – Penyidik Kejari Serang menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat pertanian di Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Serang tahun 2013 senilai Rp 1,2 miliar. Penghentian kasus tipikor ini karena hasil audit kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten kecil.

“Iya sudah dihentikan. Berdasarkan hasil audit BPKP nilai kerugian negara tidak sampai Rp 20 juta. Hasil audit itu sudah kami terima awal Januari 2017,” ujar sumber yang enggan disebutkan di Lingkungan Kejari Serang, Minggu (19/1).

Sumber itu mengatakan, penghentian kasus ini setelah diputuskan melalui gelar perkara internal di Kejari Serang. Alasan penghentian kasus ini selain karena nilai kerugian negara yang kecil juga sudah ada pengembalian. Pihak terkait sudah menindaklanjuti temuan kerugian negara tersebut.

“Jangan sampai nanti kalau perkara ini dinaikan (penyidikan), besaran uang negara yang keluar untuk proses penyidikan lebih tinggi dari nilai kerugian negara. Itu yang menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.

Meski telah menutup kasus ini, bukan tidak mungkin perkara ini akan kembali dibuka. Asalkan terdapat novum (bukti baru) yang menguatkan adanya indikasi kerugian negara lebih besar. “Tentu akan dibuka kembali kalau ada novum. Penghentian perkara ini bukan berarti tidak bisa diusut kembali,” ucapnya.

Penghentian perkara ini, telah ditembuskan ke Kejati Banten sebagai induk dari Kejari Serang. Jika pimpinan Kejati Banten memerintahkan kasus ini dibuka kembali, maka hal itu akan dilakukan. “Kalau perintahnya seperti itu tentu akan dibuka kembali,” ucapnya.

Penyelidikan perkara ini dilakukan oleh Intel Kejari Serang sejak tahun 2015 lalu. Penyelidikan perkara ini dilakukan menindaklanjuti dari laporan masyarakat. Pada laporannya, proyek alat pertanian tersebut disebut fiktif.

Namun, hasil penyelidikan Kejari Serang menyatakan bahwa alat pertanian itu ada. Hanya, anggaran untuk proyek yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) itu diduga di-mark up (dimahalkan).

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Serang, Eka Nugraha membenarkan jika pihaknya telah menerima hasil audit kerugian Negara dalam perkara tersebut. Meski pengadaan alat pertanian tersebut terbilang lampau, namun untuk kerugiannya dapat dikembalikan ke kas daerah.

“Iya, walau sudah lama. Tapi tetap bisa dikembalikan kerugiannya ke negara,” kata Eka, beberapa waktu lalu.(ned/enk/bnn)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!