Pojok Blandongan Budi Sabarudin


Pemangsa e-KTP di Negeri Bancakan

Diterbitkan  Sabtu, 11 / 03 / 2017 0:40 - Berita Ini Sudah :  1529 Dilihat

ILUSTRASI (NET)

Saya tak habis pikir, mengapa para pemangsa uang negara itu tak ada habis-habisnya di negeri berideologikan Pancasila ini, bahkan ada kesan semakin bertambah liar dan nekad. Padahal sudah banyak yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para pemangsa uang negara yang sesungguhnya milik rakyat itu, tidak hanya dilakukan kaum laki-laki, namun juga perempuan. Mereka dari kalangan politisi, aparatur atau pejabat pemerintah, dan pengusaha.

Mereka juga tidak sendirian dalam melakukan aksi kejahatannya, namun secara berbgerombol dan melibatkan orang-orang penting, orang orang besar dan orang-orang yang punya kekuasaan dalam berbagai tingkatannya.

Hal itu juga terjadi dalam kasus mega proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP dengan anggaran Rp 5,9 triliun. Kasus ini adalah kasus paling akbar dan paling edan dibandingkan kasus-kasus korupsi yang pernah terjadi di negeri ini.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, baru-baru ini, dengan terdakwa Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Dalam dakwaan jaksa,banyak pihak yang terlibat dalam kasus ini, ada 52 orang. Mereka itu orang-orang lama, orang-orang penting, orang-orang besar, dan orang-orang yang punya jabatan, termasuk para anggota DPR RI periode 2009-2014 dengan hampir melibatkan semua partai politik.

Lagi, saya tak habis pikir, para pemangsa uang negara dari anggaran proyek e-KTP itu jumlahnya fantastik, ada yang menerima miliaran, ada juga belasan dan bahkan puluhan miliar hingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun.

Kasus ini tentu saja baru permulaan karena baru dalam tahap sidang dakwaan. Namun sidang ini diharapkan menjadi pintu untuk membuka dan menggusur puluhan orang yang diduga terlibat di dalamnya, yang telah disebut-sebut dalam dakwaan.

Nah, Kalau mereka bersalah harus dihukum seberat-berat dan jangan lupa dimiskinkan pula, karena mereka sudah melakukan kekerasan dan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan.

Kalau mereka tidak dihukum seberat-beratnya, dan uang negara dibancak mereka dengan modus mega proyek seperti itu, maka tunggu saja negara ini bisa bangkrut serta cepat atau lambat bisa runtuh tinggal nama. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!