Tingkatkan Kompetensi serta Kualitas Pendidik di Kota Tangsel


Dindikbud Gelar Olimpiade Guru

Diterbitkan  Kamis, 30 / 03 / 2017 9:39 - Berita Ini Sudah :  450 Dilihat

BERKOMPETEN. Sejumlah guru bersantai sejenak sebelum dimulainya olimpiade yang dihelat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, di Puspiptek, Setu, kemarin. Giat ini salah satu tujuannya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik.

SETU-Dalam rangka memberikan penghargaan dan apresiasi serta menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, menggelar Olimpiade Guru Nasional (OGN). Giat ini diikuti sebanyak 205 guru, dan diselenggarakan di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Setu, Kota Tangsel, Rabu (29/3).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono menjelaskan, 205 guru yang mengikuti OGN ini terdiri dari guru SD, SMP Negeri dan Swasta di Tangsel.

“Untuk peserta OGN SMP matematika sebanyak 27 orang, IPA 28 orang, IPS 31 orang, Bahasa Indonesia sebanyak 32 orang, Bahasa Inggris 29 orang dan Guru SD sebanyak 58 orang,” ungkap Taryono disela kegiatanya, kemarin.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan itu menjelaskan, ujian ini salah satu tujuan utamannya adalah meningkatkan kompetensi dan kemampuan profesional guru, yang merupakan salah satu ranah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia pendidikan Indonesia agar mampu bersaing dalam era global. Sehingga mendorong motivasi guru meningkatkan kompetensinya.

“OGN merupakan salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan dan merupakan ajang untuk mencari guru kelas SD dan guru mata pelajaran SMP yang unggul. OGN diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, kompetensi, profesionalisme, dan kinerja guru.

Selain itu OGN bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya di kalangan guru SD dan SMP,” tuturnya singkatnya.

Ditanya lebih lanjut apakah kegiatan itu wajib diikuti para guru di Kota Tangsel, dengan tegas Taryono mengatakan bahwa tidak diwajibkan sama sekali. Hanya saja, siapapun guru yang merasa berani untuk berkompetensi disilahkan untuk ambil bagian. “Yang merasa berani berkompetisi pastinya,” tutupnya.(irm/sam)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!