Sarana Prasarana Pendidikan, Kesehatan dan Penataan Ruang


Fokus Pembangunan Kebutuhan Dasar

Diterbitkan  Jumat, 31 / 03 / 2017 9:17 - Berita Ini Sudah :  318 Dilihat

Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan menerima usulan prioritas utama atau F1 hasil dari Musyawarah Rencana Pambangunan (Musrenbang) kelurahan, kecamatan dan OPD yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 sebesar Rp 491 miliar.

Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan Eddy Malonda menejalaskan pagu anggaran untuk tahun 2018 sebesar Rp 491 miliar terdiri dari F1 kelurahan Rp 7 miliar, F1 Kecamatan sebear Rp 4 miliar F1 OPD sebesar 480 miliar dan kegiatan lainnya.

“Fokus pekerjaan kami tentang penciptakaryaan meliputi sarana prasarana bidang kesehatan dan pendidikan di Tangsel dan penataan ruang baik pemerintah dan non pemerintah layanan publik,” katanya dalam Forum Gabungan OPD di Resto Remaja Kuraing belum lama ini.

Fokus yang akan digarap tahun depan bidang kesehatan bakal bangun gedung Rumah Sakit Umum (RSU) gedung tiga melalui program pengembangan pemeliharaan sarana dan prasansa pelayalanan kesehatan. Selain itu pada program kegiatan pembanguan dan penigkatan dan prasara bangunan dan gedung akan membangun gedung perpustakaan sekala kota dan kecamatan.

“Urusan pekerjaan unmaum dan penataan ruang misalnya tahun depan selain bangun gedung RSU gedung tiga juga gedung depo arsip dan gedung perpsutakaan sekala kota,” tambah ia.

Masih dalam program pembangunan dan peningkatan sarana dan prasaran banguan gedung akan membanngun center komunitas kreatif. Penambahan ruang kelas sekolah menengah kejuaranan SMK bidang teknologi.

“Pembangunan gedung galeri UKM setinggai sepuluh lantai dengan panggu anggaran sektiar Rp 26 miliar dan gedung pelayanan perizinan masyarakat,”tambahnya.

Ia menjelaskan dalam target tahun 2018 soal urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan indikator program tersedianya infomrasi menganai Rencana Tata Ruangan Wilayah (RTRW) targetnya mencapai 100 persen.

Tersedianya informasi menganai rencana rinfi tat ruang beerta rencana teknis melalui peta analog dan peta digital dengan prosentase 87 persen.

“Termasuk juga presentase pelayanan ari minum targetnya 84 persen dan terlayaninya masyarakat dalam pengurusan kajian dan rekomendasi teknis serta serifikat layanan fungsi 100 persen,”.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie hadir ketika itu dan memberikan sambutan mengatakan, dalam rapat Forum OPD ini masyarakat harus mengusulkan sebanyak-banyaknya untuk menentukan apa saja yang bakal dikerjakan tahun depan.

“Masyarakat mengusulkan sebanyak-banyaknya karena dengan usulan akan menentukan hasil di tahun depan. Maka jangan salahkan apabila tahun depan tidak ada kegiatan lalu menyalahkan para SKPD,” kata pria akrab disapa Bang Ben ini.

Forum OPD membentuk format usulan berdasarkan penyesuaian Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota Tangsel dalam lima tahun ke depan. Maka tidak boleh keluar dari konteks pembangunan, memang semua akan dapat diakomodir tapi berdasarkan usulan prioritas.

“Kalau prioritas akan masuk di F1 jika tidak akan tahap kedua F2. Tentu semua dibutuhkan, tapi dilihat dari prioritas terlebih dahulu,” paparnya.

Melalui Forum OPD dengan cara musyawarah harus dijadikan momen penting selain mencapai sasaran pembangunan juga bagian dari silaturahmi antar sesama. Musyawarah salah satu sila keempat Pancasila dan itu harus dijaga agar tidak pudar.

“Inilah nilai-nilai kita bersepakat gotong royong dan kekuargaan sebagai nilai kebangsan kita,” tambahnya. (adv).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!