PEMADAMAN LISTRIK HANTUI UNBK

Diterbitkan  Rabu, 05 / 04 / 2017 5:44 - Berita Ini Sudah :  257 Dilihat

MIKIR. Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 1 di Kota Tangsel melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (3/4). Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki sekolah tersebut menyebabkan UNBK dilaksanakan dengan dua kali setiap harinya. Sebanyak 6.357 siswa SMK mengikuti UNBK di Kota Tangsel.

SERPONG-Selebaran pemadaman listrik beredar di saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbais Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sejumlah pihak sekolah pun dihantui kecemasan mendengar kabar tersebut.

Pelaksanaan UNBK untuk SMK swasta dan negeri sudah dilangsungkan di Kota Tangsel sejak kemarin pagi. Selama empat hari, para siswa kelas XII sekolah kejuruan itu akan berkutat dengan soal-soal mata pelajaran yang diujikan.

Namun pada pelaksanaan ujian di hari pertama itu, muncul rasa was-was dari siswa maupun guru. Ini terkait beredarnya surat dari PLN Distribusi Jakarta Raya Area Ciputat yang berisi adanya pemadaman listrik pada hari ini.

Surat bernomor 0305/DIS.00.04/A.CPT/2017 itu memberitahukan pada 4 April ini akan ada pemadaman listrik di wilayah Ciputat dan sekitarnya dengan alasan adanya pemasangan protection bird. Rencana pemadaman itu dilakukan mulai pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB di saat para pelajar masih mengikuti UNBK.

Salah satu peserta UNBK dari SMKN 1 Kota Tangsel jurusan Patiseri, Yulia Agustin mengatakan, selebaran mengenai informasi pemadaman listrik sangatlah menggangu jalannya UNBK.

“Lagi asik mengerjakan soal, tiba-tiba mati kan sangat ganggu. Ya semoga berjalan lancar dan semoga saya serta teman-teman bisa konsentrasi mengerjakan soal. Kalau bisa pemadamannya sore hari saja,” katanya.

Sejumlah sekolah pun bersiap mengantisipasi terkiat rencana adanya pemadaman aliran listrik itu. Seperti dilakukan SMKN 4 Kota Tangsel. Sekolah di kawasan Jombang, Kecamatan Ciputat ini sudah menyiapkan genset.

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMKN 4 Kota Tangsel, Bambang Rijadi mengatakan, bahwa dengan adanya info pemadaman listrik, memang sedikit mengganggu proses berjalannya UNBK.

“Kami sudah mengantisipasinya dengan menyewa genset. Karena, mengingat sering matinya aliran listrik, jadi kami langsung bergerak cepat,” ungkapnya.

Di SMKN 1 Kota Tangsel, di kawasan Ciater, Kecamatan Serpong juga sudah bersiap mengantisipasi adanya pemadaman listrik. Satu unit genset terlihat sudah terparkir di sekolah tersebut.

Kepala SMKN 1 Kota Tangsel, H Idris mengatakan, pihaknya sangat cemas dengan adanya informasi tentang pemadaman listrik tersebut. “Ya pastinya cemas dengan adanya informasi seperti itu (pemadaman listrik), kan tidak semua sekolah punya genset,” papar Idris.

Idris pun akan lebih setuju jika pemadaman listrik dilakukan sore hari seelah para siswa selesai ujian. “Semoga para siswa tetap fokus mengerjakan soalnya dan bisa menjawab soal dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono mengungkapkan, steelah mendapatkan informasi adanya pemadaman listrik oleh PLN, dia langsung berupaya mencari kebenarannya dengan berkoordinasi ke PLN Pusat.

“Sudah kami pastikan bahwa pemadaman listrik tidak akan terjadi. Kami, sudah langsung berkordinasi dengan PLN Pusat dan pihak PLN pun membatalkan pemadaman listrik yang dapat menggangu pelaksanaan UNBK,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh siswa SMK agar mengerjakan soal tidak terburu-buru dan selalu fokus. Dan, berharap seluruh siswa di Tangsel bisa lulus dengan persentase yang tinggi. “Saya hanya berpesan kepada siswa, agar teliti dalam mengerjakan soal. Sukses anak-anakku,” jelas Taryono.

Diikuti 6.375 Siswa dari 42 Sekolah

Pelakanaan UNBK tingkat SMK di Kota Tangsel di hari pertama, kemarin, diikuti sebanyak 6.357 siswa dari 42 SMK negeri dan swasta. Pada hari perdana itu, peserta mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Di SMKN 2 Kota Tangsel, Kecamatan Pondok Aren, tak ada kendala selama pelaksanaan UNBK di hari pertama itu. Baik masalah teknis komputer ataupun listrik, semuanya lancar.

“Alhamdulillah lancar,tidak ada kendala,begitu juga dengan laporan dari sekolah lain yang melaksanakan UNBK,”ungkap Ambiar, kepala SMKN 2 Kota Tangsel di Kecamatan Pondok Aren.

Dia menjelaskan, di SMKN 2 sebanyak 371 siswa yang mengikuti pelaksanaan UNBK. Dan semua siswa hadir tidak ada yang tidak masuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono menjelaskan, sebanyak 56,76 persen siswa SMKN di Tangsel mengikuti UNBK.

“Di Tangsel ada 9252 siswa, sebanyak 6.357 mengikuti UNBK dan sisanya sebanyak 2.895 mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil, sedangkan untuk jumlah sekolah SMKN di Tangsel ada 74 sekolah baik negeri maupun swasta, sedangkan 42 sekolah melaksanakan UNBK terdiri dari 7 sekolah negeri dan sisanya swasta,”ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan UNBK dibagi tiga shift. Pertama, pukul 07.30 hingga 9.30 WIB, pelaksanaan kedua pukul 10.00 smpai pukul 12.00 wib dan pelaksanaan ketiga pada pukul 14.00-16.00 WIB.

Sementara, untuk soal mata pelajaran yang diujikan, setiap siswa berbeda dengan siswa lainnya. Begitu pula dengan kelas dan sekolah lainnya, soalnya pun berbeda. “Anak-anak tidak bisa mencontek antar teman satu dengan lainnya karena soalnya pun berbeda,” jelasnya.

Sedangkan bagi siswa yang tidak dapat mengikuti UNBK karena sakit dan lain hal dapat mengikuti ujian susulan yang akan berlangsung pada 18-19 April mendatang.

Salah seorang peserta ujian dari jurusan teknik kendaraan ringan yakni, Afif Nurhidayat mengatakan, soalnya sangat membingungkan dan jawabannya pun relatif sama dan menjebak. Namun dirinya optimistis dalam mengerjakannya.

“Alhamdulillah lancar, meski soalnya sedikit menjebak, dan saya optimistis di hari kedua saya bisa mengerjakan soal matematika,”singkatnya. (lan/irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!